Kades Angsana Pandeglang Siap Ganti Dana Covid-19 yang Digasak Maling

  • Whatsapp
dana blt pandeglang
Ilustrasi - Aksi pencurian.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kepala Desa Angsana, Kabupaten Pandeglang, Banten, Pendi menyatakan bertanggung dengan dana bantuan langsung tunai (BLT) dampak Covid-19 yang raib digasak kawanan maling pada Jumat (3/7/2020) lalu.

“Saya bertanggungjawab untuk menggantinya. Karena itu uang Negara untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak covid-19. Mudah-mudahan dalam 10 hari saya sudah bisa menggantinya,” ujar Pendi kepada Redaksi24.com, Selasa (7/7/2020).

Bacaan Lainnya

Pendi menegaskan, kesediaannya mengganti dana BLT yang hilang sebesar Rp110 juta itu, sesuai arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA: Koaliasi PKB-PPP Ajak Gerindra, Nasdem, Perindo Lawan Petahana di Pilkada Pandeglang

Dana bantuan dampak covid-19 yang bersumber dari dana desa tahap II Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, sebesar Rp110 juta raib digasak maling. Dana BLT Covid-19 itu baru saja ditarik dari BRI KCP Panimbang, Pandeglang.

Mulanya, Kades Angsana, Pendi bersama bendahara desa mengambil dana bantuan covid-19 dari Bank BRI KCP Panimbang. Dalam perjalanan pulang, ban mobil Sigra warna hitam yang dikendarai keduanya bocor. Pendi kemudian menepikan kendaraannya di bengkel tambal ban di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang. Di lokasi itulah, dana BLT dampak covid-19 hilang digasak pencuri.

“Saya turun dari mobil, sedangkan bendahara desa pergi membeli ikan ke tempat penjualan ikan yang tidak jauh dari bengkel tambal ban. Setelah selesai kami masuk ke mobil, uang yang ditaruh di jok depan dibungkus kantong plastik warna hijau sudah tudak ada,” ungkapnya, Selasa (7/7/2020).

Menyadari menjadi korban pencurian, Pendi langsung melapor ke Mapolsek Patia, karena Desa Sindangresmi masuk wilayah hukum Polsek Patia. Petugas Polsek Patia langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pendi mengakui dana sebesar Rp110 juta yang raib itu rencananya akan dibagikan kepada sebanyak 109 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT dampak covid-19 di Desa Angsana. Belakangan beredar surat pernyataan mengatasnamakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah mengikhlaskan dana bantuan dampak Covid-19 tersebut.

BACA JUGA: Ngeyel, Baru Disegel Satpol PP, SPBU Indomobile di Pandeglang Buka Lagi

Sementara Ucu, pemilik bengkel tambal mobil mengaku tidak mengetahui aksi pencurian tersebut. Karena pada saat kejadian, ia fokus pada pekerjaannya menambal ban mobil konsumennya yang bocor.

“Pemilik kendaraan duduk di bangku bengkel menghadap ke mobil. Saya fokus nambal ban,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Patia, Iptu Samsuri menyatakan, pihaknya masih menyelidiki pelaku pencurian dana BLT dampak Covid-19 Desa Angsana. Pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi yang kemungkinan mengetahui aksi pencurian tersebut.

“Kami sudah mintai keterangan korban (Kades Angsana) serta bendahara desa dan pemilik bengkel tambal ban,” tuturnya.

Dari hasil olah TKP, kata Iptu Samsuri, pihaknya hanya mengamankan barang bukti berupa paku dari ban mobil kendaraan korban yang bocor. “Kami masih selidiki kasusnya,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.