Kader PDIP Tangsel Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Bendera Partai Tersebut

  • Whatsapp
Kader PDI-P Tangsel demo ke Polres Tangsel.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Ratusan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Tangerang Selatan menuntut kepolisian untuk menangkap pelaku pembakaran bendera dalam aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR RI, pada 24 Juni 2020 lalu.

Tuntutan tersebut mereka sampaikan dengan menggelar aksi long march sejauh 9,5 kilometer dari kantor DPC PDI Perjuangan di Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara menuju Kantor Polres Tangerang Selatan di Jalan Promoter Nomor 1, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Tangsel, Senin (30/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk mendesak polisi segera mengusut dan menangkap oknum yang membakar bendera berlogo banteng moncong putih tersebut.

“Pertama PDI Perjuangan dan kadernya marah benderanya dibakar. Membakar bendera partai, sama saja menginjak harga diri kader partai. Jadi, siapapun yang membakar bendera partai harus segera ditangkap. Kalau tidak ditangkap, kita kejar sampai lobang semut,” katanya setelah mediasi dengan pihak Polres Tangerang Selatan, Senin (30/6/2020).

BACA JUGA: Anggota DPR RI Ananta Wahana Sosialisasikan 4 Pilar, Membumikan Pancasila Hingga Tekankan Gotong Royong

Pantauan Redaksi24.com di lokasi, ratusan kader PDI Perjuangan yang mengikuti aksi, membawa atribut berupa bendera dan spanduk bertuliskan tuntutan kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan. 

Dalam aksinya, massa aksi pun menyinggung soal HTI dengan spanduk bertuliskan ‘Kami Bukan HTI, Kami Penjaga NKRI, Kami PDI Perjuangan’. Ada pula masa aksi yang membawa ‘Pancasila Yes, Khilafah No’. 

Disinggung soal kemungkinan ada kaitan pembakaran bendera dengan HTI, Wanto dengan tegas menyebut ada peran HTI dibalik pembakaran bendera PDI-P. 

“HTI yang paling mungkin merongrong untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi impor, oleh karena itu HTI juga harus segera ditangkap,” tegas Wanto.

Wanto menuturkan, sebelum melakukan aksi dengan ratusan massa tersebut, pihaknya sudah melakukan rapid test terlebih dahulu. Hal tersebut, untuk mencegah terjadinya cluster baru Covid-19 di tengah desakan tuntutan agar pelaku pembakaran bendera ditangkap.

“Sebelum aksi, semua massa aksi sudah melakukan rapid test dulu di kantor DPC PDI-P Tangsel. Selain itu, semua kader diwajibkan mengenakan masker saat melakukan long march hingga aksi dilakukan,” pungkasnya.

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Tangerang Selatan Kompol Luckyto Andry Wicaksono mengapresiasi aksi yang dilakukan para kader PDI-P. “Apapun permasalahan yang dihadapi harus ditempuh melalui mekanisme hukum. Kami akan sampaikan apa yang diutarakan kepada Polda Metro Jaya,” ungkapnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.