Kabupaten Tangerang Hasilkan 1.900 Ton Sampah Elektronik Dalam Sehari

oleh -
sampah elektronik, kabupaten tangerang, e waste, bupati tangerang, sosialisasi,
Ilustrasi - Sampah elektronik.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tengah menggencarkan gerakan e-waste dengan menggelar sosialisasi bahaya, pengumpulan, pengelolaan hingga pengiriman sampah elektronik ke tempat bersertifikat.

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengatakan, gerakan e-waste mengajak dan mengedukasi para pelajar, mahasiswa dan elemen pemuda di Kabupaten Tangerang mengenai bahaya sampah elektronik.

“Para pelajar dan pemuda ini merupakan agent of change, yang dapat membawa perubahan tersebut hingga ke lingkup terkecil yaitu rumah mereka masing-masing,” ujar Zaki.

Meminimalisir dampak sampah elektronik menjadi tujuan kegiatan tersebut. Nantinya, kata dia, sampah elektronik dikumpulkan untuk dikelola dan dikirim ke tempat pemusnahan sampah elektronik yang sudah terdaftar agar tidak menjadi limbah berbahaya di masyarakat.

Pemkab Tangerang juga menyiapkan penciptaan industri pemusnahan sampah di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

BACA JUGA: Diskominfo Kabupaten Tangerang Ajak Pegawai Tunaikan Zakat Profesi

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, sebanyak kurang lebih 1.900 ton per hari dihasilkan dari kurang lebih 4 juta populasi masyarakat. Sedangkan, DLHK baru dapat menangani sekitar 800 sampai 1.000 ton sampah per hari.

“Andaikan satu keluarga menghasilkan sampah elektronik 1 Kg per tahun, dalam setahun ada sekitar 4.000 ton sampah elektronik di Kabupaten Tangerang yang berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan bila dibuang sembarangan,” jelas Zaki.

Hal ini menjadi keprihatinan terhadap banyaknya volume sampah di Kabupaten Tangerang dan mengadakan gerakan pengelolaan dan usaha meminimalisir sampah sejak tahun lalu yang masih terus bejalan hingga sekarang.

Sebelumnya, pada tahun 2015 hingga 2016 masyarakat Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, menerima sampah-sampah elektronik karena minimnya pengetahuan mengenai sampah elektronik. Sampah tersebut dikirimkan pihak tak bertanggungjawab dan dimusnahkan di badan Sungai Cisadane.

Namun saat ini, beberapa Non-Governmental Organization (NGO) ikut berpartisipasi dan sedang menjalankan program-program pemilahan sampah seperti Waste For Change, lalu Bank Sasuci (Bank Sampah Sungai Cisadane) yang menangani sampah-sampah di badan sungai, irigasi dan situ.

Dropbox atau tempat khusus pengumpulan sampah juga sudah tersedia di beberapa titik, diantaranya Kantor Kecamatan Pagedangan, AEON Mall BSD dan juga Summarecon Mall Serpong. Nantinya, dropbox pengumpulan sampah elektronik akan ditempatkan di setiap kecamatan.

“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi suatu pola hidup baru di masyarakat untuk mulai menyayangi alam,” tandas Zaki.(IKP/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.