Kabupaten Serang Restorasi Mangrove, Menteri LHK Targetkan 5,9 Juta Pekerja Padat Karya

oleh -
Mangrove, pesisir, Kabupaten Serang, Kementerian LHK, restorasi
Menteri LHK, Siti Nurbaya saat kunjungan ke Kabupaten Serang, Banten.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Serang, Banten, Sribudi Prihasto mengaku pihaknya belum merencanakan program penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Serang.

Namun begitu, menurut dia, pada tahun 2020 sudah ada 3 perusahan yang mengajukan kerja sama untuk peningkatan lingkungan hidup di daerah yang kini sedang melaksanakan tahapan Pilkada tersebut.

“Tiga perusahaan itu masing-masing menanam 2 ribu pohon mangrove,” katanya saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Siti Nurbaya yang melakukan kunjungan kerja program padat karya penanaman mangrove (PKPM) di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (7/11/2020).

Ia juga mengungkapkan, kebutuhan pohon mangrove di kawasan pantai Kabupaten Serang sudah terbilang mencukupi. Sehingga saat ini, pihaknya hanya terfokus kepada program restorasi dibandingkan reboisasi.

“Untuk di Kabupaten Serang ada sekitar 90 hektar (lahan mangrove), jadi saat ini kami sebatas restorasi,” kata Sribudi.

BACA JUGA: Hadapi Dampak Pandemi Covid-19, Kemenperin Kembali Gelar Diklat Bagi IKM di Banten

Sementara itu, Menteri LH Siti Nurbaya menyebut, pihaknya menargetkan 5,9 juta orang pekerja di seluruh Indonesia dilibatkan dalam program PKPM sebagai bagian pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi kalau dimulai September, persiapan rata-rata pekerjaan mangrove itu 60 hari. Mereka bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore, dan mendapat upah Rp80ribu per hari. Upahnya langsung dari rekening BRI ke rekening warga,” kata Siti Nurbaya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat kembali menargetkan penanaman lahan mangrove yang luasannya mencapai 600 ribu hektar dalam empat tahun ke depan. Namun target penanaman 63 ribu hektar pada tahun 2020 hanya mampu terealisasi sekitar 15 ribu hektar.

“Ini perintah Presiden, sebenarnya sejak September itu 15 ribu hektare, tapi setelah dicek ke lapangan bisa 16 ribu hektar. Direncanakan 600 ribu hektar itu sekarang baru 15 ribu hektar. Semula ditahun ini akan 63 ribu hektare, tapi dicoba dulu 15 ribu hektar seperti apa,” katanya.

Ia menuturkan, dipilihnya penanaman mangrove sebagai program pemerintah dikarenakan pohon tersebut dapat menyimpan dan menyerap karbon di udara hingga 30 kali lipat lebih baik dibandingkan pohon lainnya. Selain itu sudah menjadi tugas KLHK untuk mengurangi emisi karbon yang kondisinya kini cukup memprihatinkan.

“Jadi mangrove ini sebetulnya pohon yang sangat bagus untuk memelihara udara tetap bersih. Mangrove menyimpan dan menyerap karbon di udara itu 30 kali lipat dibanding hutan,” ujarnya.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.