Kabupaten Lebak Diverifikasi untuk Dijadikan Kota/Kabupaten Layak Anak

oleh -
SAMBUTAN : Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memberikan sambutan saat menerima Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (25/6/19).

REDAKSI24.COM—Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bertandang ke Pemerintah Kabupaten Lebak. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya didampingi Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi beserta jajarannya di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (25/6/19).

Ketua Tim Penilai Kabupaten Layak Anak untuk Verifikasi Lapangan Ahmad Marzuki mengatakan, Kabupaten Lebak menjadi salah satu wilayah yang melakukan berbagai tahap penilaian Kabupaten Layak Anak. Marzuki menjelaskan bahwa evaluasi Kota/Kabupaten Layak Anak ini adalah upaya untuk melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam hal ini bupati untuk menghadirkan kewajiban dalam pemenuhan hak anak.

“Ada 3 tahap penilaian Kabupaten layak anak diantaranya penilaian secara mandiri, verifikasi dokumen dan verifikasi lapangan,” kata Marzuki.

Menurut Marzuki, sejauh ini dari hasil penilaian di lapangan, pihaknya menilai telah banyak kemajuan yang dilakukan Pemkab lebak. Pihaknya melihat telah banyak kesesuaian antara hasil verifikasi dokumen dan verifikasi lapangan.

“Kedepanya kami akan segera merapatkan hasil penilaian ini kepada pemerintah pusat untuk mengikuti proses selanjutnya,”jelas Marzuki.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, anak-anak mempunyai hak jaminan dan perlindungan sebagaimana perintah UU No.35 Tahun 2014, Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak no. 11 Tahun 2011, tentang kebijakan pengembangan kabupaten layak anak dan perda no. 8 Tahun 2013 tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan.

“Pemenuhan hak anak, sejatinya telah dilakukan sejak buaian oleh kedua orang tuanya, yaitu mengasihi, melindungi, memberikan asupan gizi, pemberian ASI ekslusif, mendidik, mengasuh, membimbing, sehingga anak mampu bersosialisasi dan berkomunikasi sampai mengenal alam jagat raya ini,” ungkap Iti.

Iti juga menambahkan, upaya pemerintah daerah akan terus berjuang dalam mewujudkan Kabupaten Lebak sebagai Kota Layak Anak. Dalam mwujudkan hal tersebut faktor yang sangat menentukan adalah semakin berkembangnya peran serta masyarakat, dunia usaha, terlebih peran keluarga dalam memenuhi hak anak, melindungi, serta menjauhkan dari hal-hal yang menyebabkan anak menjadi korban tindak kekerasan, bahkan gagal tumbuh dan berkembang (stunting).

“Kepada seluruh anggota gugus tugas KLA Kabupaten Lebak, untuk senantiasa berjuang sekuat tenaga, berupaya untuk memenuhi kebutuhan mereka, tidak saja bidang infrastruktur yang responsif anak, juga kepastianya dalam rangka mengembangkan potensi dan kualitas sumber daya anak-anak di Kabupaten Lebak,” jelas Bupati.

Diakhir sambutannyaa Bupati Lebak berharap di Tahun 2019 ini, Kabupaten Lebak dengan segala upaya dan strategi yang telah dilaksanakan mampu meraih predikat Kabupaten Lebak sebagai Kota/Kabupaten Layak Anak.

Untuk diketahui saat KLA sendiri merupakan status dimana kabupaten/kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak Anak dan perlindungan khusus Anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan dan hasil dari verifikasi sendiri akan disampaikan pada tanggal 23 Juli 2019 di Kota Makasar. (Gel/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *