Kabareskrim: Penangkapan Djoko Tjandra Instruksi Presiden dan Libatkan Polisi Malaysia

  • Whatsapp
Listiyo Sigit Prabowo dan Djoko Tjandra

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Kabareskrim  Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, penangkapan Djoko Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi kepada Kapolri dan melibatkan PDRM (Polisi Diraja Malaysia).

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mencari  Djoko Tjandra di manapun berada untuk segera ditangkap dan dituntaskan (kasusnya),”ujar Sigit di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis malam.

Bacaan Lainnya

Atas instruksi tersebut, menurutnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis membentuk Tim Khusus Bareskrim untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra. Kata dia, setelah diselidiki, Tim Khusus mengendus keberadaan Djoko di Malaysia.

Kemudian Kapolri Idham Aziz mengirimkan surat kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM). “Pak Kapolri mengirim surat ke Polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama mencari. Tadi siang didapat info (keberadaan) yang bersangkutan, target bisa diketahui,” tutur mantan Kadiv Propam Polri ini.

Sigit melanjutkan, penyidik Bareskrim kemudian pada Kamis (30/7) sore terbang ke Malaysia dan menangkap Djoko Tjandra.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Diraja Malaysia yang telah membantu proses penangkapan Djoko Tjandra sehingga bisa kami bawa kembali ke Tanah Air, ” kata Listyo yang memimpin langsung penangkapan Djoko di Malaysia itu.

Djoko telah tiba di Halim Perdanakusumah, Kamis malam sekitar pukul 22:45 WIB dan segera dibawa ke Mabes Polri. Djoko didakwa melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pencairan tagihan Bank Bali melalui cessie yang merugikan negara Rp 940 miliar dan buron sejak 2009 lalu.

Kabar penangkapan Djoko Tjandra ini tersebar tak lama setelah Kepolisian mengumumkan penetapan tersangka terhadap Anita Dewi Anggraeni Kolopaking  terkait kasus dugaan surat jalan palsu. Anita adalah salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra.

Anita Kolopaking disangkakan dengan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP. Dalam kasus ini penyidik telah menyita sejumlah barang bukti di antaranya surat jalan palsu dan surat pemeriksaan COVID-19 atas nama Djoko Tjandra.

Anita menjadi tersangka menyusul Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang sudah berstatus tersangka terlebih dahulu. Keduanya diduga telah membantu Djoko dalam upaya pelarian selama ini. (Anita/Aditya/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.