Jumlah Pendaftar Calon Siswa Baru SDN di Tangsel Kurang Peminat

  • Whatsapp
Disdikbud Kota Tangerang Selatan
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Didin Sihabudin.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan ditutup Sabtu (20/6/2020).

Pendaftaran yang dibuka sejak 8 Juni hingga saat ini, Jumat (19/6/2020), tercatat sudah ada 13.462 calon siswa baru. 

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Didin Sihabudin mengatakan, daya tampung siswa tahun ajaran baru ini mencapai 14.392 siswa.

“Daya tampung tersebut dibagi untuk 514 ruangan disebar ke 157 SD negeri yang ada di Tangsel. Dari total tersebut, saat ini sudah tercatat 13.462 calon siswa baru yang mendaftar dan akan terus bertambah karena pendaftaran masih berlangsung dan akan ditutup besok,” katanya melalui telepon seluler, Jumat (19/2/2020).

Didin menerangkan, proses pendafataran SD di tengah pandemi Covid-19 ini dilakukan dua cara yakni secara dalam jaringan (daring) tau online dan luar jaringan (luring) atau datang langsung ke sekolah.

“Saya menyarankan kepada para pihak sekolah, jika masyarakat tidak bisa daftar melalui WhatsApp atau web supaya sekolah melayani pakai luring. Karena kondisi orangtua calon siswa kan berbeda-beda. Jadi agar tetap terakomodir, pendafataran luring juga tetap diterima,” terangnya.

Didin mengaku, hingga saat ini PPDB SD masih berjalan lancar. Meski begitu, masih ada beberapa sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Seperti SDN Pakulonan 2 di Kecamatan Serpong, SD Bakti Jaya di Kecamatan Pamulang, SDN Pakualam 1 Kecamatan Serpong Utara. Faktornya, kata Didin, bukan karena tidak diminati. Tetapi karena jumlah anak yang layak masuk SD di sekitar sekolah jumlahnya sedikit.

“Misalnya SDN Pakulonan dari empat ruang kelas yang disediakan baru dua kelas yang terpenuhi. Selain itu, SDN Bakti Jaya dan SDN Paku Alam 1 juga masih kita dorong untuk sosialisasi ke masyarakat agar kuotanya terpenuhi. Bukan karena nggak ada peminat, tapi mungkin di lingkungan tersebut usia anak-anaknya sudah dewasa,” ungkap Didin.

Didin bahkan meminta pihak sekolah, untuk turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi agar menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD Negeri.”Jika ada ruang kelas yang masih kosong, disampaikan ke masyarakat melalui RT, RW. Sampaikan juga bahwa ruang kelas memiliki fasilitas baik dan nyaman buat belajar,” tuturnya.

Sementara untuk SD swasta, di Tangsel ada 162 SD swasta tersebar di tujuh kecamatan. Sedangkan kuota calon siswa barunya diperkirakan mencapai 7.000 siswa. “Kalau untuk swasta PPDB-nya sudah buka lebih dulu dan melalui daring. Semua berjalan lancar. Antusias masyarakat terhadap SD Negeri dan Swasta berimbang. Jika ditotal, kuota calon siswa baru SD se-Tangsel mencapai 21 ribu lebih,” tutupnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono berharap, proses pelaksanaan PPDB tingkat SD berjalan lancar dan kuota yang disediakan dapat terpenuhi. 

“Sampai saat ini alhamdulillah proses pendaftaran berjalan baik. Dari laporan yang diterima, para orangtua antusias mendaftarkan anaknya ke SD Negeri. Semoga kuota yang disediakan dapat terpenuhi,” pungkasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.