Jualan Pulsa di Kontrakannya, Penusuk Wiranto Sering Keluar Malam

  • Whatsapp
kontrakan pelaku penusukan wiranto
Kontrakan pelaku penusukan Wiranto di Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, dipasangi garis polisi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pasca peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, aparat kepolisian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan pelaku di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Informasi yang dihimpun, pelaku penusukan Menko Polhukam, Wiranto tinggal di kontrakam milik Yosep, di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandedglang, Banten. Pelaku tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan satu anak perempuannya, dan sudah menetap selama satu tahun lebih.

Bacaan Lainnya

Pelaku yang berinisial SAS (31) diketahui warga asal Medan. Aktivitas pelaku di rumah kontrakannya sebagai penjual pulsa. Pelaku juga dikenal tidak pernah bersosialisasi dengan warga atau tetangga lain di sekitar kontrakannya.

BACA JUGA:

. Penusuk Sudah Menunggu Kedatangan Menko Polhukam Wiranto

. Selain Wiranto dan Kapolsek Menes, Politisi Hanura Dikabarkan Juga Terkena Tusukan

. Berkunjung ke Pandeglang, Menko Polhukam Wiranto Ditusuk

Pasca melakukan aksi penusukan terhadap Menko Polhukam, pelaku dan perempuan yang diduga sebagai istrinya telah diamankan pihak petuigas ke Polsek Menes. Pantauan di lokasi, rumah kontrakan yang dihuni pelaku telah dipasangi garis polisi.

Menurur keterangan Ketua RT 04, Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang, Ahmad Sanusi, pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam, sudah sekitar satu tahun lebih tinggal di rumah kontrakan bersama satu anak dan istrinya. Pelaku, kata dia, orangnya terkesan tertutup, karena tidak pernah berbaur dengan warga lain.

“Tidak pernah gaul dengan warga di sini juga. Apa lagi istrinya, di dalam kontrakan terus,” katanya.

Lanjut Ahmad Sanusi, aktivitas pelakupun kurang jelas, hanya saja di depan kontrakannya ada spanduk yang bertuliskan jual pulsa. Namun kerap dilihatnya sering keluar pada malam hari.

“Kalau malam hari pelaku itu keluar rumah. Entah mau kerja atau apa, saya kurang tahu, tapi kalau siang hari di dalam kontrakan terus tidak pernah bergaul dengan para tetangganya,” ujarnya.

Jika dilihat dari Kartu Keluarga (KK) pelaku, lanjut Ahmad Sanusi, pelaku penusukan itu warga asal Medan, dengan tahun kelahiran 1988, atau usianya sekitar 31 tahunan.

“Saya tahunya pelaku sudah 1 tahun tinggal di kontrakan ini. Memang aktivitas kesehariannya kurang jelas, tiba-tiba pelaku tadi siang menyerang dan menusuk Pak Wiranto,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.