Jual Kasur Inoac Palsu, Pasutri Ditangkap Petugas Polresta Tangerang

oleh -
Jual Kasur Inoac Palsu, Pasutri Ditangkap Petugas Polresta Tangerang PT Inoac Polytecno
Produk Inoac palsu tersebut ditemukan di Toko Maju Jaya Furniture Desa Daru, Kecamatan Jambe, dan gudang Jupiter Foam di Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Polres Kota Tangerang, Polda Banten mengamankan pasangan suami istri (Pasutri) berinisial TS (37) dan M (34) warga Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Keduanya diamankan lantaran diketahui telah memalsukan kasur busa merek Inoac.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dalam jumpa pers di Mapolresta Tangerang, Selasa (28/12/2022) mengatakan, dugaan pemalsuan itu berawal dari laporan PT Inoac Polytecno Indonesia tanggal 16 November 2020 yang mencurigai adanya pemalsuan produknya.

Produk Inoac palsu tersebut ditemukan di Toko Maju Jaya Furniture Desa Daru, Kecamatan Jambe, dan gudang Jupiter Foam di Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

“Dari hasil penelusuran, kami menangkap pasangan suami istri berinisial TS dan M warga Sindang Jaya,” ungkap Wahyu Sri Bintoro.

BACA JUGA: Dituding Korupsi BOP, Mantan Kades Pasanggarahan Ancam Lapor Polisi

Wahyu menjelaskan, dari hasil penyelidikan petugas di toko dan gudang milik tersangka, ditemukan beberapa ukuran kasur busa yang distempel logo merek Inoac. Diantaranya seperti 7 buah kasur lipat dengan beberapa ukuran, 11 sofa busa dengan berbagai ukuran, 84 kasur busa, 26 karton sudut, 13 karton sudut dengan merek EFV, 3 karton sudut M Inoac.

“Barang bukti lainnya berupa satu pack kartu garansi 5 tahun berlabel PT Inoac Polytecno Indonesia, dan satu buah buku catatan penjualan, dan 9 lembar surat jalan serta 2 bundel surat jalan penerimaan bahan kain,” ujarnya.

Dikatakan Wahyu, kedua tersangka menjalankan bisnis barang palsu dengan berbagi tugas. Tersangka TS menjual barang palsunya di gudang penyimpanan dan M menjualnya di toko.

“Mereka menjual dengan harga kisaran Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Kalau membeli melalui gudang mereka jual Rp800 ribu sampai Rp1,3 juta,” jelasnya.

Wahyu menuturkan, kepada penyidik kedua tersangka telah menjalankan bisnis pemalsuan produk itu sejak 2016 sampai 2021. Dengan keuntungan perbulannya mencapai Rp50 juta sampai Rp100 juta.

“Dalam satu bulan mereka bisa menjual 30 kasur sampai 50 kasur terjual melalui toko. Tetapi kalau melalui gudang bisa mencapai 1.000 kasur perbulan, bahkan dalam lima tahun ini keuntungan yang didapat Rp10 miliar,” jelasnya.

Atas perbuatannya itu, lanjut Kapolres, para tersangka akan dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 100 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis atau Pasal 102 UU Nomor 20 Tahun 2016 dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta sampai Rp200 miliar.(Deri/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.