Jual Calon Istri Untuk Modal Nikah, Yohanes Diringkus Polisi

  • Whatsapp
Penjual.Calon.Istri

BENGKULU, REDAKSI24.COM—Ibarat pepatah menggoreng daging dengan lemaknya,  Yohanes (32) diduga tega menjual calon istrinya RI (27) kepada pria hidung belang Rp 250 ribu dengan alasan sedang mengumpulkan biaya untuk persiapan nikah.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Atas perbuatannya itu pria yang cuma mengandalkan modal dengkul  buat nikah itu akhirnya  dicokok  personel Reskrim Polres Kaur di sebuah tempat di Kecamatan Maje, Rabu (22/07/2020) malam. Polisi pun kemudian menetapkan Yohanes sebagai tersangka tindak pidana prostitusi.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, Kamis, menyatakan, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 296 juncto Pasal 506 KUHP. “Untuk saat ini baru ditetapkan satu orang tersangka yaitu Yohanes yang merupakan calon suami korban,” ujarnya, di Bengkulu, Kamis (23/07/2020)

Menurut Sudarno, untuk korban berinisial RI  yang merupakan calon istri tersangka dan seorang pria hidung belang UJ masih berstatus sebagai saksi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kaur Iptu Pedi Setiawan mengungkapkan, tersangka Yohanes kini sudah ditahan di Mapolres Kaur untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dia diringkus di salah satu tempat di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, sesaat setelah petugas kepolisian  melakukan penggerebekan di sebuah kontrakan yang dijadikan tempat prostitusi pada Rabu  malam.

Dijelaskan Pedi, dalam penggerebekan itu polisi menemukan satu pasangan bukan suami istri di sebuah kamar. Mereka  diduga sedang melakukan perbuatan maksiat.

Dari hasil interogasi polisi, lanjut Kasat Reskrim, RI  ternyata dijual oleh calon suaminya sendiri Yohanes. “Dia ini calon istri dari tersangka Yohanes dan dijual oleh tersangka kepada UJ seharga Rp250 ribu,” tuturnya.

Menurutnya, kepada petugas tersangka mengaku tega menjual calon istrinya sendiri ke pria lain, lantaran butuh uang untuk persiapan menikahi RI.

Polisi menyita barang bukti berupa uang Rp250 ribu dalam pecahan Rp100 dua lembar dan Rp50 ribu satu lembar yang diamankan dari lokasi penggerebekan. Menurut Pedi, pihaknya kinin sedang mendalami dugaan keterlibatan pemilik kontrakan yang tempatnya kerap dijadikan praktik prostitusi. (Carminanda/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.