JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Mafia Tanah di Pinang Tangerang

oleh -
Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Mafia Tanah di Pinang Tangerang
Sejumlah warga membentangkan spanduk meminta hakim untuk menghukum mafia tanah yang te lah mencaplok lahan milik warga/Ist

TANGERANG,REDAKSI224.COM– Dalam sidang lanjutan kasus mafia tanah di di Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete Kecamatan Pinang Kota Tangerang, Senin, (21/6/2021),  Jaksa Penutut Umum (JPU) meminta  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Klas 1 A menolak eksepsi yang dilayangkan terdakwa.JPU meminta  Majelis Hakim yang diketuai Nelson Panjaitan  tetap melanjutkan persidangan dengan terdakwa  Darmawan (48) dan Mustafa Camal Pasha (61). 

Sidang ketiga ini beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang tersebut tim kuasa hukum dari DM (48) dan MCP (61) membacakan pembelaan ke Majelis Hakim. Diketahui, pada sidang kedua lalu Senin, (14/6/2021) beragendakan pembelaan dari terdakwa.

“Tanggapan penuntut umum yang pada intinya kami meminta Majelis Hakim yang terhormat untuk menolak eksepsi terdakwa,” ujar JPU Kejari Negeri Tangerang, Adib Fachri Dilli. 

BACA JUGA: Dua Mafia Tanah Sudah Ditangkap Polisi, Warga Pinang Masih Resah

Selain itu dia juga meminta kepada Majelis Hakim untuk dapat melanjutkan persidangan dengan kasus dugaan mafia tanah seluas 45 hektar. “Kemudian melanjutkan sidang atas terdakwa,” kata dia.

BACA JUGA: Polres Metro Tangerang Kota Tangkap 2 Mafia Tanah Yang Ingin Kuasai 45 Hektar Lahan di Alam Sutera

Hakim pun memutuskan menolak eksepsi Terdakwa. “Tadi sudah dibacakan. Dan ini sudah selesai tinggal kita putusan sela,” ujar Ketua Majelis Hakim, Nelson Panjaitan.

BACA JUGA:Pengamat Sosial dan Pemerintahan : Jika Pemerintah Daerah Mau Membantu dan Berani, Kasus Mafia Tanah Yang Menimpa Warganya Bisa Cepat Diselesaikan 

Nelson menambahkan akan mengundur sidang tersebut dua pekan ke depan. “Sidang ini kita tunda dua minggu, kita nanti akan buka kembali persidangan Senin, 5 Juli 2021,” ucap dia.

Dengan keputusan Minrto,warga yang menjadi korban mengaku senang, pasalnya apa yang diinginkan mereka terkabulkan dalam sidang lanjutan ini. “Kita ucapkan terimakasih kasih, bahwa eksepsi Darmawan ditolak. Kita inginkan dari pergerakan ini status Darmawan naik dari terdakwa jadi tersangka,” katanya. 

Kata Minarto, bila status kedua terdakwa naik jadi tersangka selanjutnya warga akan kembali mengajukan tuntutan perdata untuk menarik kembali keputusan eksekusi lahan. Lantaran, saat ini status lahan warga masih belum jelas. 

“Selanjutnya nanti kita akan gelar di perdatanya. Setelah jadi tersangka terpidana Darmawan untuk menggagalkan keputusan eksekusi,” tegasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.