Jokowi: Indonesia Kembangkan Vaksin Merah Putih untuk Lawan COVID-19

  • Whatsapp
dokter di RS Unpad

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Presiden Jokowi menyebut ada dua vaksin sedang dikembangkan dan dikerjakan oleh pemerintah bekerja sama dengan lembaga terkait, yaitu vaksin dari Sinovac, China dan vaksin Merah Putih yang seluruhnya buatan Indonesia.

“Jadi kita mengembangkan ‘full’ sendiri oleh lembaga Eijkman dan juga BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Kementerian Riset dan Teknologi dan universitas-universitas yang kita miliki, yaitu vaksin Merah Putih,” ujar Presiden Jokowi di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjajaran Bandung, Selasa.

Bacaan Lainnya

Jokowi menyampaikan hal tersebut seusai menyaksikan uji klinis tahap ketiga  vaksin COVID-19 dari Sinovac, China yang produksinya akan dilakukan oleh Bio Farma sedangkan uji klinis dilaksanakan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. “Kita telah 3 bulan ini mengembangkan vaksin sendiri dari ‘isolated’ (virus) yang dikembangkan dari (virus) COVID-19 yang beredar di Indonesia,”jelasnya.

BACA JUGA:Legislator Minta Pemerintah Pastikan Vaksin dari Cina Aman Diujicobakan

Menurut presiden, rencananya vaksin Merah Putih tersebut akan selesai pada pertengahan 2021.

“Kita juga membuka diri untuk  bekerja sama misalnya dengan Sinovac dari Tiongkok, kemudian bekerja sama dengan Uni Emirat Arab di G-42, bekerja sama dengan Korea Selatan. Saya rasa kita membuka diri dalam rangka secepat-cepatnya untuk melakukan vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia,”tutur Jokowi.

BACA JUGA:Legislator: Masyarakat Tetap Harus Waspada, Jangan Remehkan Covid-19

Terkait vaksin COVID-19 yang sedang dilakukan uji klinis fase III, Presiden Jokowi pun sudah melihat penyuntikannya secara langsung. “Hari ini saya melihat secara langsung pelaksanaan penyuntikan yang perdana untuk imunisasi 1.620 relawan, yang akan diujicobakan. Kita berharap uji klinis yang ketiga ini nantinya InshaAllah akan diselesaikan dalam 6 bulan dan Inshaa Allah di bulan Januari 2021 kita sudah bisa memproduksi,”katanya.

Dtambahkan, produksi vaksin akan dikerjakan sendiri oleh Bio Farma, pada Agustus ini diproduksi sekitar  100 juta vaksin dan  bulan Desember sudah meningkat menjadia 250 juta. (Desca/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.