Jika Dua Trah Bersatu di Pilkada Pandeglang, Trah Dimyati Bisa Tumbang

  • Whatsapp
pilkada Pandeglang
PW MA Banten, Babay Sujawandi, dalam acara diskusi politik di Menes, Pandeglang.

 PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Trah Dimyati Natakusumah masih memiliki kekuatan cukup besar pada Pilkada Pandeglang 2020. Pengamat dari Pengurus Wilayah Matlaul Anwar (PWMA) Banten menilai, untuk mengalahkan kubu Dimyati harus dilawan dengan satu calon dari dua  trah yang bersatu, yakni trah Jaya Baya dan Rau.

PW MA Banten, Babay Sujawandi menuturkan, saat ini menjelang Pilkada Pandeglang sudah mulai ramai, bahkan yang mendominasi adalah tiga kubu, yakni kubu Dimyati, Jaya Baya dan Rau. Namun ia melihat, untuk mengalahkan kubu Dimyati harus dilawan oleh satu calon.

Bacaan Lainnya

“Dua kubu atau non kubu harus bersatu untuk melawan Trah Dimyati. Baru kekuasaan kubu Dimyati bisa tumbang, tapi jika calon lebih dari dua, maka peluang kemenangan Irna Narulita di Pikada 2020 cukup besar,” ungkap Babay usai menghadiri diskusi “Tiga Trah Dominasi Pilkada Pandeglang” yang digelar JPP di wilayah Menes, Pandeglang, Sabtu (12/10/2019).

BACA JUGA:

. Tiga Trah Bakal Dominasi Pilkada Pandeglang 2020

. Pilkada Pandeglang 2020, Irna Berharap Tidak Banyak Calon

. Prabowo Ditolak Kampanye saat Pilpres, Gerindra Bakal Rebut Kursi Bupati Pandeglang dari Klan Dimyati

Menurut Babay, sesuai pengamatannya, kekuatan kubu Dimyati dalam Pilkada 2020 masih besar. Maka ketiga kubu itu, kata dia, sama-sama akan bertarung memperebutkan kursi Pandeglang 1, maka kekuasaan nanti akan dipegang lagi kubu Dimyati tersebut.

“Bupati Irna akan maju lagi di Pilkada nanti. Jelas lawannya adalah Trah Jaya Baya, namun jika kubu Jaya Baya, kubu Rau dan non kubu ini bersatu, dipastikan kubu Dimyati bisa tumbang,” katanya.

Analisanya, sebagai calon incumben, Irna Narulita punya pemilih tetap. Terutama mungkin keluarga birokrat. Oleh karenanya, jika calon lebih dari dua, sepertinya sulit bagi kompetitor Irna untuk merebut kemenangan. Istilahnya, kata dia, ngadu kerbau.

“Di Banten ini yang mendominasi Pilkada Pandeglang ada tiga kubu. Maka untuk mengalahkan Trah Dimyati, saya rasa Trah Jaya Baya dan Rau harus bersatu,” tuturnya.

Sementara Agus Wisas, tim dari Trah Jaya Baya menyatakan, keluarga Jaya Baya tidak akan bersanding dengan kubu Dimyati. Tapi keluarga JB akan menjadi lawan trah Dimyati pada Pilkada Pandeglang nanti. Karena motivasinya jelas ingin memperbaiki daerah Pandeglang ke arah yang lebih baik lagi.

“Kami menegaskan keluarga JB tidak akan pernah bersanding dengan kubu Dimyati. Karena pada saat Irna masih memimpin, Pandeglang masih jauh dari harapan masyarakat,” tandas Agus.

Saat ditanya bagaimana tanggapan dari sejumlah pihak, agar kubu Jaya Baya bersatu dengan kubu Rau untuk mengalahkan kekuasaan Dimyati di Pandeglang, Agus mengaku sangat dimungkinkan terjadi.

Karena sejauh ini pihaknya sudah menjalin komuniskasi dengan sejumlah partai politik, salah satunya Partai Golkar. “Tentu saya sepakat dengan saran itu, dan intinya kami akan bersatu melawan Irna Narulita (Bupati Pandeglang),” tegasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.