Jika 5 Tahun tak Juga Pindah, Pemkot Serang Bakal Usir Paksa Peternakan Ayam

  • Whatsapp
Pemkot Serang
Wali Kota Serang, Syafrudin.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menyusun draft Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mengatur tentang pemberian toleransi maksimal 5 tahun bagi bangunan tak berizin alias liar untuk segera pindah. Bangunan tersebut mulai dari peternakan ayam, menara atau tower seluler hingga bangunan baching plan atau pabrik beton.

Jika sampai batas waktu 5 tahun tidak juga pindah, maka Pemkot Serang, melalui petugas Satpol PP akan melakukan tindakan pengusiran dengan cara membongkar paksa bangunan usaha yang dianggap liar tersebut.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Pengusaha Ternak Ayam Diberi Waktu 5 Tahun Pindah dari Kota Serang

“Perwalnya sedang disusun, masih dalam pembahasan,” ungkap Wali Kota Serang, Syafrudin kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, Perwal yang akan diterbitkan tersebut bukan hanya untuk bangunan peternakan, tapi juga bangunan tak berizin lainnya atau bangunan yang sudah berdiri lama di tempat yang dilarang.

“Artinya bangunan yang tidak sesuai dengan RTRW (rencana tata ruang wilayah). Umpamanya ada bangunan yang sudah berdiri tapi tidak sesuai peruntukan berdasarkan RTRW, paling lambat kami beri waktu 5 tahun untuk pindah,” katanya.

BACA JUGA: Penerapan New Normal di Kota Serang Tinggal Diteken Wali Kota

Sebelumnya, Kabag Hukum Pemkot Serang, Subagyo mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan Perwal untuk mengatur peternakan ayam di Ibu Kota Provinsi Banten. Bakan nantinya peternakan ayam di Kota Serang ditiadakan secara permanen, jika RTRW Kota Serang telah disetujui.

“RTRW masih digodog di Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Sambil menunggu, kami buat Perwal untuk mengatur peternakan yang kemungkinan lokasinya tidak sesuai peruntukan berdasarkan RTRW Kota Serang,” jelas Subagyo.

Jauhhari sebelumnya juga warga Kecamatan Curug Kota Serang menyampaikan aksi protes terhadap keberadaan peternakan ayam di lingkungannya. Mereka menilai peternakan ayam telah menganggu kenyamanan warga.

Selain mengganggu kenyamanan, warga juga menyebut peternakan ayam tidak sesuai RTRW Kota Serang. Sebab berdasarkan RTRW Kota Serang, Kecamatan Curug bersama Walantaka bukan zona peternakan, namun ditetapkan sebagai zona industri dan perumahan.

Menanggapi protes warga itu, Wali Kota Serang Syafrudin sebelumnya menyatakan, nantinya setelah diberlakukannya Perda RTRW, status peternakan ayam di kedua kecamatan tersebut menjadi ilegal.

BACA JUGA: Kasatpol PP Kota Serang Janji Awasi Ketat Peserta CFD

“Maka itu pengusaha peternakan harus mempersiapkan diri untuk pindah,” jelasnya.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi menyampaikan, peternakan ayam di kedua kecamatan itu sudah ada sejak Kota Serang masih menajdi bagian dari Kabupaten Serang.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.