Jenazah Positif COVID-19 Dimakamkan Tanpa Prokes, Warga Pekayon Resah

oleh -
Jenazah Positif COVID-19 Dimakamkan Tanpa Prokes, Warga Pekayon Resah
Ist.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Masyarakat Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri, sesalkan adanya jenazah salah satu warga yang meninggal diduga terkena Covid-19 yang dimakamkan tanpa protokol kesehatan. Mereka khawatir dengan tanpa dijalankannya prokes yang benar saat pemakaman maka akan banyak warga yang terpapar COVID-19.

Salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya mengaku kecewa akan sikap Kepala Desa Pekayon yang tidak taat terhadap Prokes. Dimana, saat salah satu warga Pekayon berinisial HC yang meninggal dunia dan positif dinyatakan COVID-19 setelah menjalani perawatan di RS Sari Asih Sangiang. Namun, saat pemakaman Kades tidak tegas melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. 

“Jenazah tiba di rumah duka pada pukul 22:15 semalam, Kades yang berada di rumah duka pun membiarkan peti mati jenazah terbuka dan tidak adanya Prokes yang diberlakukan oleh Kades,” ketusnya, Rabu (28/7/2021).

BACA JUGA: Disporabudpar Kabupaten Tangerang Dorong Berkembangnya Wisata Pedesaan

Menurut dia, akibat kejadian tersebut banyak warga yang khawatir dan ketakutan terinfeksi COVID-19. Pasalnya apabila benar HC yang meninggal dikarenakan Covid 19, pasti kedepannya akan banyak warga yang terpapar jika pemakamannya tidak dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

BACA JUGA: Duh, Jenazah COVID-19 di RSUD Balaraja Sempat Tertukar, Ini Kronologinya

“Kalau itu benar Covid, pasti besok Covid di desa ini akan bertambah,” tukasnya.

Kepala Desa Pekayon Suwaryo membenarkan terkait adanya warganya yang meninggal karena COVID-19. Menurutnya, warga Desa Pekayon tidak memahami kenapa tidak diberlakukannya protokol kesehatan.

BACA JUGA: 850 Jenazah Pasien COVID-19 Dimakamkan di TPU Buniayu Tangerang

“Iya betul memang ada yang meninggal karena COVID-19, tetapi warga kurang memahami” singkat Suwaryo.

Sementara itu Humas RS Sari Asih, Ahmad Koharudin saat diwawancarai mengatakan jika benar pasien yang meninggal diduga terkena COVID-19 terlebih jika dipastikan sudah positif, maka pihaknya memastikan saat meninggalkan rumah sakit  jenazah sudah ditangani sesuai prokes yang ditetapkan.

“Kami pastinya akan mematuhi prokes yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Namun setelah keluar dari rumah sakit kami tidak bisa lagi mengawasinya dan bukan kewenangan kami lagi,” ujarnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.