Jelang PTM, Segel SDN Kiara Payung Pakuhaji Dibuka

oleh -
Jelang PTM, Segel SDN Kiara Payung Pakuhaji Dibuka Pemkab Tangerang Dindik
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Tangerang, Saifullah kepada Redaksi24.com Sabtu (7/11/2021) mengatakan, gembok atau segel pintu gerbang SDN Kiara Payung dibuka pada Jumat (5/11/2021).

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24-COM – Menyusul persiapan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan mulai Senin (8/11/2021), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melalui Pemerintah Kecamatan Pakuhaji membuka pintu gerbang SDN Kiara Payung yang disegel ahli waris.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Tangerang, Saifullah kepada Redaksi24.com Sabtu (7/11/2021) mengatakan, gembok atau segel pintu gerbang SDN Kiara Payung dibuka pada Jumat (5/11/2021).

Dibukanya segel SDN Kiara Payung setelah digelar musyawarah bersama ahli waris yang dilaksanakan pada Selasa (2/11/2021) di Aula Kantor Kecamatan Pakuhaji.

“Keluarga ahli waris bersedia mengikuti Pemkab Tangerang perihal ganti rugi lahan SDN Kiara Payung,” ungkap Saifullah.

BACA JUGA: Pemkab Tangerang Janjikan Bayar Ganti Rugi Lahan SDN Kiara Payung Tahun Depan

Namun Saifullah tidak menjelaskan mengenai teknik pembayaran atau ganti rugi lahan kepada ahli waris yang telah lama digunakan SDN Kiara Payung.

“Dengan pengertian luar biasa dari ahli waris, mereka membolehkan gedung SDN Kiara Payung dipakai untuk PTM, karena itu untuk kepentingan masyarakat,” jelas Saifullah.

Sementara untuk PTM, Saefullah mengatakan, SDN di Kabupaten Tangerang jumlahnya sebanyak 749 unit dan 341 sekolah swasta. Seluruh sekolah sudah dapat melaksanakan PTM terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan jumlah murid yang melakukan PTM 50 persen dari jumlah keseluruhan.

“Semua murid sudah siap melakukan PTM, dengan berkaca kepada PTM tinggat SMP dan berhasil tidak ada yang terkonfirmasi COVID-19,” jelas Saefullah.

BACA JUGA: Kadindik Tanggapi Dingin Penyegelan SDN Kiara Payung Pakuhaji

Dijelaskannya, persiapan sudah tinggal dilaksanakan sesuai dengan Permendik dan peraturan bersama 4 Menteri dengan mengedepankan penerapan Prokes. PTM Terbatas jenjang SD, MI, TK/RA dan PAUD sudah bisa di laksanakan sesuai Permendagri dan intruksi bupati tentang PPKM Level 1.

“Saat PTM terbatas harus menerapkan Prokes, apalagi saat ini belum ada ketentuan vaksinasi COVID-19 untuk murid SD,” tandasnya.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.