Jelang Pencoblosan, Semua Penyelenggara Pemilu di Pandeglang Jalani Rapid Test

  • Whatsapp
rapid test, pilkada pandeglang, penyelenggara pemilu, KPU Pandeglang, Bawaslu Pandeglang,
Sejumlah petugas Pemilu di Pandeglang menjalani rapid test.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Menjelang hari pencoblosan calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang yang bakal digelar 9 Desember nanti, semua penyelenggara pemilu, mulai dari PPK hingga petugas TPS menjalani rapid test.

Pemeriksaan kesehatan  itu untuk memastikan ada atau tidaknya penyelenggaran pemilu yang terpapar Covid-19. Selain jajaran KPU, para petugas pengawas pemilu yang ada di setiap TPS dan desa juga menjalani rapid test Covid-19 secara serempak.

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, petugas penyelenggara Pilkada yang menjalani rapid test jumlahnya sebanyak 22.501 orang. Hingga saat ini pelaksanaan rapid test masih terus berlanjut, karena masih ada petugas yang belum mendapat giliran.

“Rapid tes covid-19 bagi penyelenggara pemilu dilakukan secara serempak di masing-masing kecamatan. Tujuannya untuk memastikan kesehatan para penyelenggara Pilkada menjelang pencoblosan,” ungkapnya, Minggu (29/11/2020).

BACA JUGA: Acungkan Satu Jari, Camat Cigeulis Kembali Berurusan dengan Bawaslu Pandeglang

Saat ditanya, bagaimana jika ada penyelenggara pemilu yang reaktif covid-19? Sujai mengaku akan menindaklanjuti dengan tes swab. Dan ketika hasil swab dinyatakan positif, petugas akan diistirahatkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Sementara, Ketua PPK Cisata, Hendrik mengatakan, ada sebanyak 467 petugas KPPS dan PPS yang menjalani rapid test. Jika hasilnya ada yang reaktif, menurut dia, yang bersangkutan akan menjalani rapid test kembali hingga hasilnya non reaktif.

“Proses rapid test bagi petugas KPPS dan PPS telah selesai dalam satu hari. Hasilnya kami masih menunggu,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengaku proses rapid test terhadap petugas PTS masih berlangsung. Petugas PTPS yang menjalani rapid test jumlahnya sebanyak 2.243 orang.

“Hasilnya masih menunggu, jika ada yang reaktif , akan diistirahatkan dulu selama tiga hari dan dilakukan rapid test lagi,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.