Jelang New Normal, Disdukcapil Pandeglang Masih Batasi Pelayanan Tatap Muka

  • Whatsapp
disdukcapil pandeglang
Kantor Disdukcapil Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Menjelang penerapan New Normal, pelayanan kependudukan secara tatap muka di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pandeglang, masih dibatasi. Hal itu terbukti dengan banyaknya warga atau pemohon dokumen kependudukan yang antre di luar Gerbang Kantor Disdukcapil.

Pantauan Redaksi24.com, terlihat puluhan pemohon dokumen kependudukan antre di depan Gerbang Kantor Disdukcapil Pandeglang. Pemohon hanya dilayani petugas Satpol PP yang berjaga di pintu gerbang tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketika ada pemohon yang ingin masuk Kantor Disdukcapil, dicek sulu tubuhnya. Jika pemohon yang suhu tubuhnya normal, dipersilahkan masuk.

Kepala Disdukcapil Pandeglang, Mursidi memgatakan, untuk pelayanan kependudukan saat ini memang diterapkan sistem online. Namun, kata dia, pelayanan langsung tetap dilakukan, tapi hanya bagi pemohon yang mempunyai kebutuhan mendesak.

“Kalau kebutuhannya urgen, seperti untuk dokumen persyaratan ruma sakit atau kebutuhan mendesak lainnya, kami layani langsung. Namun dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, sebetulnya pelayanan itu lebih mudah melalui online. Sebab pemohon tidak perlu lagi datang ke Disdukcapil. Jadi pemohon hanya mengirimkan data melalui nomor layanan WhatsApp yang sudah disediakan.

“Kami siapkan sebanyak tiga nomor kontak aplikasi WhatsApp untuk layanan online. Jadi pemohon tinggal mengirimkan datanya, jika data pemohon sudah lengkap maka tinggal menunggu hasilnya dengan maksimal selama tiga hari. Nanti adminduk yang sudah dicetak diantar melalui jasa pos,” katanya.

Pembatasan layanan tatap muka yang dilakukan selama ini, salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19. Solusinya agar pelayanan adminduk tetap berjalan dan maksimal, pihaknya melayani dengan sistem online tersebut.

“Adapun jika pemohon yang datang langsung ke kantor dengan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker maka tidak kami layani,” tuturnya.

Sementara, salah seorang pemohon adminduk, Eneng mengaku disarankan untuk menunggu di luar gerbang. Namun persyaratan adminduknya dibawa petugas ke ruang pelayanan. “Saya akan membuat Kartu Keluarga (KK) persyaratannya tadi sudah dibawa petugas. Mudah-mudahan satu hari ini bisa selesai,” tuturnya.

Saat ditanya kenapa permohonan adminduk tidak dilakukan melalui online, ia mengaku kebutuhannya mendesak dan harus hari ini bisa selesai, sementara kalau online harus menunggu beberapa hari.

“Saya punya kepentingan mendesak, makanya saya datang langsung ke Disdukcapil supaya Kartu Keluarga saya bisa dipercepat,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.