Jelang Masa Tanam Akhir Tahun, Dinas Pertanian Banten Jamin Stok Pupuk Bersubsidi

  • Whatsapp
Dinas Pertanian Provinsi Banten, pupuk bersubdisi, musim tanam, akhir tahun, langka
Ilustrasi - Stok pupuk bersubsidi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pertanian Provinsi Banten memastikan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk bersubdisi menjelang musim tanam akhir tahun ini. Sebaliknya, Distan akan menambah pupuk bersubsidi di sejumlah daerah.

“Prioritas untuk Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid di Kota Serang, Jumat (20/11/2020).

Bacaan Lainnya

Agus menyebut kepastian itu menyusul disetujuinya usulan penambahan realokasi pupuk bersubsidi oleh Kementerian Pertanian ke sejumlah daerah yang kuota dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (eRDKK) sebelumnya sudah habis.

“Kami sudah mendapatkan jawaban dari Kementerian Pertanian bahwa input eRDKK sudah bisa dibuka kembali. Jadi daerah yang kuota pupuk bersubsidinya sudah habis bisa ada penambahan untuk musim tanam dua bulan terakhir 2020 melalui eRDKK,” kata.

BACA JUGA: Petani keluhkan langkanya Pupuk Bersubsidi di Lebak

Ia mengatakan, penambahan tersebut diprioritaskan untuk kabupaten/kota yang mendapatkan tambahan realokasi kuota pupuk subsidi tetapi kuota dalam eRDKK-nya sudah habis.

Menurutnya, yang jadi masalah saat ini adalah kebutuhan di beberapa kabupaten seperti di Pandeglang secara kumulatif sesuai realokasi itu mencukupi yakni kebutuhan urea sekitar 20,8 ribu ton untuk sekitar 69 ribu petani sesuai dengan e-rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

“Namun setelah ditelusuri dan diperdalam ternyata ada delapan kecamatan yang kuota e-RDKK-nya habis. Pupuk subsidi itu bisa ditebus dengan kartu tani yang terdaftar di e-RDKK,” kata Agus.

Sementara ini, kata dia, jika ada penambahan kebutuhan pupuk yang tidak masuk dalam e-RDKK tidak bisa, karena input kuota kebutuhan pupuk di e-RDKK Tahun 2020 sudah ditutup sejak 1 September 2020.

Ia mengatakan, meningkatnya kebutuhan pupuk subsidi diluar eRDKK awal tersebut, karena bertambahnya luasan tanam mengingat curah hujan yang tinggi.

“Ini memang tidak terprediksi sehingga tidak masuk di kuota kebutuhan sebelumnya, karena saat ini air banyak sehingga luasan tanam bertambah,” katanya.

Ia mengatakan sasaran tanam pada periode Oktober 2020 sampai Maret 2021 sebesar 230.755 hektare dengan perincian Oktober 2020 sekitar 17.316 hektare, November 38.054 hektare, Desember 66.477 hektare, Januari 2021 seluas 56.049 hektare, Februari 25.499 hektare, dan Maret 27.360 hektare.

Selain itu, Pemprov Banten mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi melalui Permentan RI Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Ecera Tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun 2020 tanggal 28 September 2020.

Adapun besarnya perubahan alokasi pupuk subsidi sektor pertanian di Banten yakni pupuk urea 66.473 ton, SP36 12.498 ton, ZA 1.074 ton, dan NPK 30.500 ton.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.