Jelang Lebaran Penjual Uang Bermunculan di Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp
Penjual Uang Bermunculan di Kabupaten Tangerang
Penjual uang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Jelang lebaran penjual jasa penukaran uang mulai bermunculan, salah satunya di pertigaan Katomas, Jalan Aria Wangsakara, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Para pedagang uang kartal ini menawarkan uang pecahan baru mulai dari Rp.2000 sampai Rp10.000 dengan total nominal Rp100.000.

Bacaan Lainnya

Dengan melambaikan tangan kirinya yang penuh dengan uang pecahan baru, para penjual menawarkan uang tersebut kepada para pengendara yang melintas. Untuk harga penukaran, rata-rata mereka menawarkan harga Rp.110.000 untuk semua jenis uang pecahan.

Ringgo (35), salah seorang penjual jasa penukaran uang kartal mengaku, dalam sehari ia bisa menjual uang pecahan 3-5 juta rupiah, dengan keuntungan perhari mencapai 300-500 ribu.

Kata dia, uang kartal tersebut didapat dari seseorang yang ia sebut “Bos” dengan sistem bagi hasil melalui presentase.

“Sudah dua minggu ini mulai jualan setiap hari ada saja yang nukar tapi biasanya H-1mau lebaran baru rame,” ujarnya kepada Redaksi24.com, Jumat (22/5/2020).

Akan tetapi, menurut Ringgo yang sudah cukup lama menekuni profesi ini mengaku, dalam situasi pandemi Covid-19 omzet penjualan uang kartal sedikit menurun, tak seperti lebaran di tahun-tahun sebelumnya yang dalam sehari ia bisa menjual uang pecahan hingga 10 juta rupiah.

“Kalau sekarang sehari terjual 5 juta aja sudah paling maksimal, menurun drastis yah nggak kaya tahun lalu,” keluhnya

Sementara, Hendriawan (42) pedagang uang kartal lainnya menjamin dalam setiap gepokan uang pecahan yang ia jajakan semuanya adalah uang asli.

Menurutnya, meski menjadi penjual uang pecahan merupakan profesi musiman yang dilakukan tiap menjelang lebaran saja, namun menjadi penjual uang bisa menambah penghasilan untuk keluarganya.
“Ya lumayanlah untuk tambahan uang lebaran buat keluarga,” ujarnya

Ia menambahkan, setiap hari ia mulai berjualan dari pukul 08.00 Wib pagi dan baru selesai menjelang maghrib dan tidak mau berjualan pada malam hari karena rawan tindakan kriminal.

“Pagi sampai sore kalau malam nggak jualan untuk menghindari tindakan kriminal, takut juga mas,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.