Jelang Larangan Mudik, Masyarakat Padati Terminal Poris

  • Whatsapp
Jelang larangan mudin di Teriman Poris
Terminal Poris Plawat Kota Tangerang mulai dipadati pemudik.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Memasuki bulan Ramadhan 1441 Hijriah, masyarakat mulai berbondong-bondong ke Terminal Poris Plawat, Kota Tangerang untuk mudik. Meskipun pemerintah telah menyarankan agar mereka tetap bertahan di rumah.

Hal itu terjadi, karena selama di rumah mereka tidak lagi menjalankan aktivitas lantaran dampak Covid-19. Seperti yang diucapkan oleg Ruji, warga Cikokol, Kota Tangerang yang di jumpai Redaksi24.com di Terminal Poris Plawat, Kamis (23/4/2020).

Bacaan Lainnya

Ia lebih memilih untuk mudik atau menetap di kampung halaman, karena selama Covid-19 mewabah tidak mempunyai penghasilan. “Kami memilih tinggal di kampung, karena bila bertahan di sini (Tangerang) mau makan apa, sementara pemasukan sudah tidak ada,” kata Ruji yang akan melakukan perjalanan bersama istrinya ke kampung halaman di Madura.

Sedangkan di kampung halaman, kata Ruji yang selama ini bekerja di lapak besi tua di Jalan Daan Mogot, masih bisa bertani. “Kalau disana kami bisa bertani dan juga membantu orangtua. Saya akan kembali kesini kalau wabah ini sudah berakhir,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, mayoritas para pemudik membawa banyak perbekalan. Mereka memilih tinggal di kampung halaman hanya untuk menyambung hidup sementara untuk keluarganya.

BACA JUGA:

Cegah Penyebaran Covid-19, Idul Fitri 1440 H ASN Kota Tangerang Dilarang Mudik

Salah seorang pengelola Oto Bus Sari Indah yang enggan menyebut namanya mengaku sejak dua hari lalu PO Bus di Terminal Poris Plawat mulai dipadati pengguna jasa. Namun kata dia, seelah ada ketentuan dari pemerintah terkait psycal distancing pihak PO Bus hanya memberlakukan setengah dari jumlah kursi yang ada.

“Kalau kuots 40 penumpang, ya kami hanga mengangkut 20 orang. Tapi harganya emang naik, untuk ke Surabaya yang awalnya Rp 300 ribu menjadi Rpi 400 ribu,” ungkap dia sambil menambahkan hingga Kamis (23/4/2020) petang intruksi soal pelarangan mudik dari pemerintah belum ada, sehingga pelayanan untuk itu masih buka. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.