Jelang Akhir Tahun, Tingkat Hunian Hotel di Banten Masih Sepi

oleh -
bps banten
Jelang akhir tahun, BPS merilis wisata di Banten yang masih sepi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis menjelang akhir tahun 2019, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Banten masih belum terlihat peningkatan seperti tahun sebelumnya. Terutama TPK hotel di kawasan wisata Anyer dan sekitarnya.

Hal itu salah satunya disebabkan bencana tsunami di Anyer pada Desember tahun lalu yang mengakibatkan tingkat kunjungan wisatwan menurun drastis. “Kalau tingkat pengunjungnya mungkin pasca tsunami terus meningkat, namun para wisatawan tidak sampai menginap. Pagi berangkat, sore pulang,” kata Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana, Senin (2/11/2019).

Berdasarkan hasil survei BPS Provinsi Banten yang berkenaan dengan perkembangan pariwisata pada Oktober 2019, jika dibandingkan Oktober tahun lalu mengalami penurunan, dari 50,24 persen menjadi 50,03 persen.

Namun jika dibandingkan dengan bulan September 2019, angkanya mengalami kenaikan 0,040 poin, yang semula 49,63 persen menjadi 50,03 persen. “Kenaikan TPK terjadi di hampir semua kelas hotel bintang, kecuali bintang empat dan satu yang mengalami penurunan sebesar 3,85 dan 11,18,” katanya.

BACA JUGA:

. BI Lirik Potensi UMKM dan Pariwisata Banten

. Piknik Asyik Bersama Keluarga ke Agro Wisata Labu Madu Pandeglang

. Instagramable Banget ! 8 Destinasi Wisata di Tangerang yang Hits dan Menakjubkan

Adhi menambahkan, kemungkinan TPK di bulan November 2019 kenaikannya lebih banyak dipengaruhi kegiatan MICE menjelang akhir tahun. Sedangkan pada bulan Desember nanti kemungkinan akan lebih banyak didominasi wisatawan.

“Tahun ini akan menjadi PR Pemda dan juga para pengelola hotel dan tempat wisata bagaimana mampu menyajikan kegiatan yang menarik para wisatawan agar mau datang ke Banten, mengingat trauma terjadinya tsunami masih menghantui sebagian masyarakat,” ujarnya.

Menurunnya angka TPK itu juga disoroti Adhi karena masyarakat Banten kurang sadar akan wisata. Hal itu dapat terlihat dari masih maraknya pungli yang terjadi di sejumlah tempat wisata, seperti parkir liar, tiket masuk yang mahal serta harga makanan yang tinggi. “Ini jelas akan membuat para wisatawan kapok datang lagi ke Banten,” katanya.

Sementara itu, untuk angka Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT), berdasarkan hasil surveinya pada Oktober 2019, RLMT gabungan antara wisatawan asing dan lokal pada hotel berbintang di Banten tercatat sebesar 1,19 hari atau naik 0,01 poin dibandingkan pada bulan September 2019.

“Angka TPK maupun RLMT masih sangat fluktuatif, namun perubahannya tidak akan signifikan,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *