Jawa Barat Punya Puskesmas Kecil-Kecil, Jumlahnya Juga Sedikit

  • Whatsapp
ridwan kamil, gubernur jabar, jawa barat, jabar, punya, jumlah, puskesmas, sedikit, kecil-kecil, 700ribu puskesmas, 50juta jiwa penduduk
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Antara)

“Sudah kecil jumlahnya juga sedikit,”

BANDUNG, REDAKSI24.COM–Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengungkapkan, wilayahnya  membutuhkan sedikitnya 7.000-an fasilitas kesehatan berupa puksesmas untuk melayani sekitar 50 juta penduduknya.

Menurut Ridwan Kamil, jika merujuk pada rasio fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di Thailand, negara yang dinilai mampu menurunkan penularan COVID-19, satu puskesmas untuk melayani tujuh ribu warga.

Bacaan Lainnya

“Kalau kita bicara Thailand sebagai perbandingan. Di kita satu puskesmas untuk 50 ribu warga, jadi tujuh kali lipat. Maka kalau pakai teori Thailand, Jabar harus punya 7.000 puskesmas,” ujar Ridwan Kamil, pada acara peluncuran program “Puspa” atau Puskesmas Terpadu dan Juara di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (1/2/2021).

Dia berharap, seluruh puskesmas di Jawa Barat bisa menjalankan fungsi secara optimal seperti Puskesmas Cikarang, karena mayoritas puskesmas di Jabar ukurannya juga kecil-kecil.

“Mungkin hanya setengahnya dari puskesmas Cikarang ini. Sudah kecil jumlahnya juga sedikit,” kata dia.

Untuk itu, lanjut Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menambah jumlah puskesmas. Penambahan puskesmas, tidak akan dilakukan dengan menggunakan alokasi dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dijelaskan, pemerintah provinsi akan melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam membangun puskesmas dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan puskesmas.

“Jadi saya ada cara membangun puskesmas tanpa APBD, yaitu saya melakukan penugasan kepada BUMD saya yakni PT Jasa Sarana. Tugas dia membangunkan bangunannya, tapi tanahnya dari Pak Sekda (Bekasi),” ucapnya.

“Coba Pak Sekda cari ada puluhan lokasi lagi ukurannya seperti ini, laporkan ke saya. Tahun ini saya bangun dengan pola seperti itu tanpa nunggu APBD itu,” ia menambahkan.

Kata dia, bahwa peraturan perundang-undangan memungkinkan penerapan skema pembangunan puskesmas semacam itu.

“Di Indonesia belum ada program penugasan ini. Perpres-nya sudah ada, dasar hukumnya sudah ada. Jadi saya boleh menugaskan tanpa lelang kepada BUMD. Nanti BUMD yang nyari duit sendiri dan sebagainya. Tugas pemerintah adalah menyediakan lahan,” ujarnya.

Mengenai ketersediaan rumah sakit, Gubernur menyatakan bahwa Jawa Barat masih membutuhkan 25 rumah sakit baru untuk melayani seluruh penduduknya.

“Mungkin Bekasi ada satu, kalau mau nanti juga sama, uangnya dari BUMD,” pungkasnya. (Ajat Sudrajat/Ant/ejp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.