Jangan Makan Ini Saat Sarapan Jika Tak Ingin Langsung BAB

oleh -
makan, sarapan, BAB, sehat, spesialis gizi,
Ilustrasi - Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Juwalita Surapsari mengatakan, ada sejumlah makanan dan minuman yang perlu dihindari saat sarapan agar tak langsung BAB.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Sarapan memang penting. Tapi awas jangan asal sarapan. Salah pilih makanan dan minuman saat sarapan, bisa-bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan. Alih-alih ingin nyaman, malah justru bisa langsung buang air besar (BAB).

Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Juwalita Surapsari mengatakan, ada sejumlah makanan dan minuman yang perlu dihindari saat sarapan agar tak langsung BAB.

“Sarapan faktor kebiasaan juga sehingga orang yang tidak terbiasa sarapan ada keluhan ingin BAB setelah sarapan. Ada beberapa jenis makanan yang bisa dihindari supaya tidak langsung BAB setelah makan,” kata dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah itu melalui pesan elektroniknya, Kamis (1/7/2021).

Makanan dan minuman ini yakni mengandung susu atau produk susu seperti butter, keju, mentega dan yogurt, lalu kopi karena bisa langsung menstimulasi saluran pencernaan dan akan membuat ingin langsung BAB, serta makanan yang pedas dan asam.

BACA JUGA: Ini Manfaat Sarapan Sehat Dalam  Mencetak Generasi Gemilang

Bagaimana dengan mi instan untuk sarapan? Menurut Juwalita makanan ini tidak ideal. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung berbagai zat gizi termasuk protein dan serat agar kenyang lebih lama.

“Protein dan serat dalam jumlah cukup agar kenyang lebih lama karena makanan ini akan tinggal di lambung lebih lama, sehingga kita akan merasa kenyang dan terhindar dari mengemil berlebihan di jam berikutnya,” ujar Juwalita.

Pakar kesehatan sebelumnya merekomendasikan protein baik itu hewani maupun nabati saat sarapan karena kandungan zat besi hem dan non-heme di dalamnya bisa mencegah kekurangan zat besi yang berujung anemia. Bisa juga menambahkan vitamin C untuk mempercepat penyerapan zat besi seperti buah jeruk, tomat atau paprika.

Di sisi lain, juga perlu mengombinasikan berbagai zat gizi dalam menu sarapan yakni juga memasukkan karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin serta setidaknya memenuhi 15-30 persen kebutuhan energi harian.

Soal waktu sarapan, pakar gizi dari PERGIZI Pangan menyarankan sebaiknya sebelum pukul 09.00 atau sebelum beraktivitas. Terkait BAB yang dianggap normal, sebenarnya tidak ada aturan baku berapa kali dalam sehari atau sepekan. Namun, penelitian menunjukkan tiga kali BAB sehari sampai tiga kali seminggu masuk katagori normal.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.