Jalani Rapid Test, Ratusan Warga Carita Pandeglang Negatif Covid-19

  • Whatsapp
rapid test
Ratusan warga Carita, Pandeglang yang menjalani rapid test dinyatakan negatif Covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 170 warga Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjalani pemeriksaan rapid test yang digelar Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang, Rabu (6/5/2020).

Rapid test yang dilakukan terhadap ratusan warga  mengingat Kecamatan Carita masuk zona merah penyebaran covid-19 di Kabupaten Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang, dr Achmad Sulaeman mengatakan, jajaran tim gugus Kabupaten Pandeglang, yang dibantu tim gugus Kecamatan Carita telah melakukan pemeriksaan rapid test terhadap 170 warga Carita.

“Rapid tes dilakukan sebagai upaya penanganan wabah covid-19 di Carita, umumnya di Pandeglang. Sebab di Carita sudah ada tiga kasus positif covid-19 melalui hasil pemeriksaan swab,” ungkapnya.

Menurutnya, warga yang dilakukan pemeriksaan rapid test tersebut, merupakan warga yang berada di sekitaran kediaman PDP terkonfirmasi positif covid-19 yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Dari target pemeriksaan sebanyak 200 orang, yang datang untuk dirapid test sebanyak 170 orang. Adapun hasilnya, semua negatif,” katanya.

Lanjut Sulaeman, kerjasama antara tim di desa, kampung sangat dibutuhkan untuk mendukung para anggota keluarga dalam mencegah dan memutus mata rantai wabah covid-19. “Rapid test juga supaya kami dapat memisahkan mana saja yang positif dan negatif. Agar tindakan penanggulangannya cepat,” ujarnya.

Disampaikannya lagi, adanya tiga kasus terkonfirmasi positif covid-19 di kecamatan tersebut, satu diantaranya meninggal dunia dan dua orang sedang dalam perawatan.

“Sekarang kondisi pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 mulai membaik, mudah-mudahan sehat dan bisa segera dipulangkan. Kami tetap melakukan pemantauan sambil menunggu hasil swabnya,” tuturnya.

Terpisah, Camat Carita, Pandeglang, Marda mengaku warganya tidak merasa tersinggung ketika dilakukan rapid test. Karena dilakukan agar dapat diketahui yang positif dan negative covid-19. Karena jika tidak dilakukan tes, penanggulangan covid-19 itu nantinya akan sulit.

“Warga tidak menolak rapid test. Kami berharap wabah covid-19 segera berakhir,” harapnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.