Jalan Tiga Desa Kecamatan Sobang Pandeglang Terendam Banjir

oleh -
banjir pandeglang
Sungai Cilatak meluap, akses jalan di Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten, terputus.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Akses jalan di tiga desa di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir yang disebabkan luapan air Sungai Cilatak di kawasan tersebut. Akibatnya aktivitas lalulintas di kawasan tersebut terputus.

Akses jalan di tiga desa di Kecamatan Sobang, Pandeglang yang direndam banjir itu adalah jalan Desa Pangkalan, Bojen dan Desa Kotameka, dengan ketinggian air hingga lutut orang dewasa.

Camat Sobang, Kendar mengatakan, saat ini akses jalan di tiga desa di kecamatannya tidak bisa dilalui kendaraan, karena terendam banjir yang diakibatkan luapan air dari Sungai Cilatak.

“Volume air di sungai Cilatak cukup tinggi, karena hujan yang terjadi sejak tadi malam hingga saat ini belum reda. Akhirnya air sungai meluap ke permukaan dan menimbulkan banjir,” ungkap Camat, Jumat (10/1/2020).

BACA JUGA:

. Pemuda Cikupaeun Pandeglang Bersihkan Sisa Banjir di Ponpes La Tansa Lebak

. ASN dan Warga Pandeglang Kompak Bantu Korban Banjir Lebak

Pasca Banjir, Pelayanan Adminduk di Banten Jadi Prioritas

Lanjut Camat, banjir yang merendam sejumlah akses jalan di tiga desa itu membuat aktivitas lalulintas terputus. Karena air yang merendam jalan itu cukup tinggi, sebab jika dipaksakan melintas bisa membuat mesin kendaraan mati terkena rendaman banjir.

“Sementara ini yang terpantau baru tiga desa di Kecamatan Sobang, sementara desa yang lain belum, karena kami belum bisa bergerak ke lapangan. Sebab akses jalan belum bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Menurutnya, memang saat musim penghujan Kecamatan Sobang menjadi langganan banjir. Karena air dari Sungai Cilatak kerap meluap ke permukaan, yang disebabkan terjadinya pendangkalan sungai.

“Sungai Cilatak sudah lama alami pendangkalan, sehingga saat musim hujan air meluap dan menimbulkan bencana banjir,” tuturnya.

Saat ditanya apakah ada permukiman warga juga yang terendam banjit. camat mengaku, sejauh ini permukiman penduduk belum terpantau, sehingga belum bisa memastikan jumlah rumah warga yang terkena dampak banjir tersebut.

“Tim kami juga belum bisa ke lapangan untuk melakukan pendataan, karena akses jalan tertutup air,” tukasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.