Jalan Tanjung Burung Kembali Longsor, Pengamat Minta Kejaksaan Periksa DBMSDA dan Pemborong

oleh -
Jalan Tanjung Burung Kembali Longsor, Pengamat Minta Kejaksaan Periksa DBMSDA dan Pemborong
Jalan Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang yang kembali longsor/Ist.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Pengamat Kebijakan Publik Adib Miftahul meminta pihak kejaksaan memeriksa Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang berikut pemborong atas longsornya jalan Tanjung Burung, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang pada Rabu (7/7/2021). Pasalnya menurut Adib longsornya jalan tersebut menjadi pertanyaan besar di masyarakat mengingat jalan tersebut belum terlalu lama selesai diperbaiki dan memakan dana yang cukup besar.

“Kejaksaan harus turun, untuk melakukan pemeriksaan longsornya jalan Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga yang baru 3 bulan selesai diperbaiki dengan menghabiskan anggaran Rp700 juta,” ujar Adib kepada Redaksi24.com, Senin, (12/7/2021).

Menurut Adib, dirinya mempertanyakan alasan Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang yang menyebut jika longsornya jalan tersebut karena karena perbaikan yang dilakukan baru sebatas perbaikan sementara bukan perbaikan permanen mengingat bukan kewenangan Pemkab Tangerang dan besarnya dana untuk perbaikan.

BACA JUGA: Terkait Jalan Tanjung Burung Kembali Longsor, Kepala DBMSDA Akui Perbaikan Yang Dilakukan Pemkab Tangerang Masih Bersifat Sementara

“Jika bukan kewenangan Pemkab Tangerang kenapa dipaksakan untuk  dikerjakan, Kalau berdalih hanya perbaikan sementara, saya pikir dana Rp700 juta yang berasal dari tanggap darurat  terlalu banyak untuk dibuang-buang karena jalan hanya bertahan sekitar 3 bukan saja.  DBMSDA jangan berlindung di regulasi, ” tegas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) ini.

BACA JUGA: Petugas Temukan 838 Pelanggar PPKM Darurat di Kabupaten Tangerang

“Ini bisa menimbulkan opini publik pembangunan sebagai syarat untuk menghabiskan anggaran saja. Tak tanggung-tanggung Rp700 juta terbuang sia-sia hanya dalam waktu 3 bulan,” sambung Adib.

BACA JUGA: Akselerasi Penanganan COVID-19, Pemkab Tangerang Siapkan 35 Ribu Dosis Vaksin Tambahan di Zona Merah  

Menurut Adib, apabila pekerjaan perbaikan jalan itu hanya darurat, cukup dengan tebar batu, agar tidak menghamburkan anggaran. Apalagi saat ini dalam masa pandemi, dimana, anggaran sangat dibutuhkan untuk penanganan COVID-19.

“Pekerjaan itu kan ada ukuran parameter keberhasilan, kalau berlindung atas nama darurat, sebar batu aja biar tidak menghabiskan anggaran sebesar 700 juta, 10 juta 1 truk selesai, ” kata Adib.

Selain itu menurut Adib jika perbaikan yang dilakukan hanya perbaikan sementara bukan permanen maka kebijakan tersebut sangat gegabah dan berbahaya karena bisa menimbulkan korban jika jalan sewaktu-waktu kembali longsor seperti sekarang ini.

“Saya bersyukur dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Jika itu terjadi maka Pemkab Tangerang bisa dituntut masyarakat,” tegas Adib.

Sebelumnya Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Slamet Budi mengatakan terkait kembali longsornya Jalan Tanjung Burung karena perbaikan jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang masih bersifat sementara. Derasnya hantaman air sungai Cisadane membuat jalan yang menjadi akses 4 kampung tersebut yakni Kampung Kandang Genteng, Kampung Bebulak, Kampung Cirumpak dan Kampung Beting ke jalan Raya Kampung Melayu tersebut menjadi terputus.

Menurut Budi, seharusnya jalan tersebut saat longsor pada 14 Maret 2021 lalu diperbaiki secara permanen, dengan memasang sidepel. Namun, Pemerintah Daerah tidak memiliki wewenang untuk perbaikan secara permanen, terlebih dengan besarnya anggaran yang dibutuhkan.

“Cukup mahal kalau perbaikan permanen sepanjang 15 hingga 20 meter saja membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar. Makanya kita melakukan perbaikan sementara dengan anggaran Rp700 jutaan,” ujarnya. (Hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.