Jalan Rusak Parah, Warga Cigeulis Pandeglang Ditandu Menuju Dokter

oleh -
Warga Cigeulis Pandeglang Ditandu Menuju Dokter
Jaya (65), warga Cigeulis Pandeglang ditandu menuju dokter lanatran jalan yang rusak tidak bisa dilalui kendaraan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Jaya (65), warga Kampung Lebak Jaha, Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa harus ditandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebab akses jalan menuju ke rumah dokter rusak berat tidak bisa dilalui kendaraan.

Jaya, ditandu dan digotong sanak saudaranya menggunakan sarung, dengan menempuh jarak lebih dari 1 kilo meter. Selain becek dan juga digenangi air, akses jalan yang dilewati menuju rumah dokter rusak parah, persis kubangan kerbau.

Maya, menantu korban menjelaskan, mertuanya mengalami sakit muntah berak (Muntaber). Pada saat ini, hendak dibawa ke dokter untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun karena akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan, akhirnya terpaksa harus ditandu menggunakan sarung.

“Mobil tidak bisa masuk, sementara kalau menggunakan mertua saya tidak bisa duduk. Maka terpaksa ditandu,” ungkapnya, Sabtu (18/1/2020).

BACA JUGA:

. Emak-Emak di Cikedal Pandeglang Keluhkan Jalan Rusak

. Puluhan Tahun Dibiarkan Rusak, Jalan Cimedang Pandeglang Ditanami Pisang

. Warga Labuan Pandeglang Dikagetkan Hawa Panas dari Bawah Rumah

Lanjut dia, jika musim hujan seperti sekarang ini, kondisi jalan cukup licin dan becek. Sehingga kendaraanpun susah melintas di jalan tersebut. “Mertua saya yang sakit itu dibawa ke dokter, bukan Puskesmas. Namun jaraknya cukup jauh dan jalannya rusak parah, salah satu cara agar sampai ke rumah dokter, maka ditandu,” katanya.

Diakuinya, kerusakan akses jalan di wilayahnya itu sudah cukup lama, belum tersentuh pembangunan. Maka ia dan warga lainnya berharap, pemerintah peduli terhadap akses jalan tersebut, supaya masyarakat tidak kesulitan saat hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami ingin jalan ini cepat dibangun, supaya bisa masuk kendaraan. Sehingga kalau ada warga yang sakit, tidak mesti susah-susah ditandu seperti yang terjadi pada mertuan saya,” keliuhnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.