Jalan Raya Leuwidamar Lebak Tercemar Limbah Galian Pasir

  • Whatsapp
Limbah Galian Pasir
Jalan Raya Leuwidamar dipenuhi limbah galian pasir.

LEBAK, REDAKSI24.COM- Hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan lumpur dari limbah galian pasir di sisi Jalan Raya Leuwidamar, Kampung Pasir Roko, Desa Cimarga, Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten naik dan luber hingga memenuhi badan jalan raya tersebut.

Berdasarkan pantauan Redaksi24.com, lumpur yang luber di jalan Leuwidamar karena diterpa hujan deras mulai Selasa petang (29/10/2019) hingga Rabu sore (30/10/209) masih memenuhi badan jalan raya. Akibatnya para pengguna jalan raya, khususnya kendaraan roda dua mengalami kesulitan saat hendak melintas.

Bacaan Lainnya

Mendengar indormasi itu, Pemerintah Kabupaten Lebak menerjunkan dua unit pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan normalisasi irigasi dan pembersihan ruas jalan dari tumpukan limbah galian tambang pasir tersebut.

“Kita menerima aduan dari masyarakat, dan langsung dari Pemda memberikan instruksi kepada kami untuk terjun melakukan normalisasi terhadap limbah galian pasir menutupi Jalan Raya Leuwidamar,” kata Kasie Limnas Satpol-PP Lebak Suparmin kepada Redaksi24.com.

Ia menuturkan, irigasi yang tidak berfungsi dengan dipenuhi oleh limbah galian pasir, menyebabkan limbah galian pasir yang terbawa oleh air hujan langsung tumpah ke ruah jalan raya. Sehingga harus di normalisasi.

“Ini sangat merugikan masyarakat dan para pengusaha galian pasir tersebut akan kita panggil agar tidak.membuat limbahnya disembarang tempat,” tegasnya.

BACA JUGA:

Sungai Ciujung Lebak Tercemar, Warga Mulai Gatal-Gatal

Tim Gabungan Tutup Penambangan Emas Ilegal di TNGHS

Sementara itu, Kapolsek Cimarga, Iptu Ahmad Rifai yang juga turun untuk membantu membersihkan limbah dari Jalan Raya Leuwidamar mengatakan, timbunan lumpur tersebut merupakan suatu kelalaian yang dilakukan oleh pihak perusahan.

“Kami akan tindak lanjuti, apakah perusahaan-perusahaan galian pasir itu memiliki izin operasional atau tidak. Karena keberadaannya sangat mengganggu lingkungan,” kata dia. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.