Jalan Poros Desa Dibongkar Pengembang, Warga Medang Lapor ke Dewan

oleh -
Jalan Poros Desa Dibongkar Pengembang, Warga Medang Lapor ke Dewan DPRD Kabupaten Tangerang
Dalam pertemuan tersebut, warga menjelaskan, jalan poros desa yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Tangerang itu, merupakan milik warga secara turun temurun.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga RT 004/002, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagendangan, Kabupaten Tangerang, Banten, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, di kawasan Puspemkab Tangerang, Tigaraksa. Mereka melapor adanya jalan poros desa yang dikeruk pengembang perumahan.

Kedatangan puluhan warga pada Senin (11/10/2021) itu, diterima Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Jayusman. Dalam pertemuan tersebut, warga menjelaskan, jalan poros desa yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Tangerang itu, merupakan milik warga secara turun temurun.

Salah satu warga yang juga ahli waris lahan jalan, Ariyadi menjelaskan, dewan pernah meminta warga untuk memberikan pedapat sebelum jalan itu dijual Pemkab Tangerang kepada pengembang.

Setelah dibentuk Tim Koordinasi Pengelolaan Aset Lingkungan Wilayah RW 02 Carang Pulang, Keluarahan Medang, ada beberapa poin penting yang disampaikan warga. Salah satunya mengenai ganti rugi yang diterima para ahliwaris lahan jalan.

Namun, menurut Ariyadi pihaknya sebagai ahli waris tidak pernah dimintai pendapat. Sebaliknya, mereka yang bukan ahli waris justru malah mendapat ganti rugi dari pengembang.

“Kami tidak pernah kebagian uang ganti rugi dari pengembang. Sedangkan beberapa orang yang bukan ahli waris malah mendapatkan uang ganti rugi,” tuturnya.

BACA JUGA: Warga Bumi Jati Elok Pagedangan Bakal Punya TPU

Ariyadi menambahkan, sebelumnya para ahli waris juga pernah mengadukan masalah ini ke Kelurahan Medang. Namun ditanggapi santai Lurah Medang. Bahkan saat diminta warga mencocokan leter C sebagai dasar pertanahan atau bukti kepemilikan, Lurah Medang enggan menunjukkan kepada ahli waris.

“Karena kami tidak ditanggapi lurah dan camat, kami mengadukan masaah ini ke DPRD,” ujar Ariyadi.

Ahli waris lainnya, H Madali menambahkan, dirinya lahir dan dibesarkan di RW 02 Carang Pulang. Jadi tahu persis persoalan tanah di lingkungan sekitar. Bahkan lahan milik orang tuanya sepanjang 240 meter dengan lebar 5,5 meter atau sekitar 1.320 meter. Sedangkan total keseluruhan jalan milik 9-10 ahliwaris sekitar 2.400 meter.

“Warga merelakan tanahnya dipakai untuk jalan, karena itu untuk kepentingan warga. Tapi sekarang jalan dikeruk untuk kepentingan pengembang, kami selaku ahli waris mempertanyakan ganti rugi apa yang kami terima,” tutur H Madali.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Jayusman berjanji akan mengkaji permasalahan jalan poros desa ini. Pihaknya juga berjanji akan meminta pengembang dan Lurah Medang untuk meminta penjelasan.

“Komisi IV menjadi pansus penjualan aset Pemkab Tangerang ke pihak swasta. Tapi sepengetahuan saya, pemerintah hanya menjual infrastrukturnya, bukan menjual lahanya. Kalau lahan itu masih milik ahli waris, silhkan dibuktikan dengan kelengkapan surat-surat yang ada,” tegas anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Menurut Jayusman, jika warga memiliki bukti-bukti yang kuat terkait kepmilikan tanah bisa disampaikan untuk menjadi dasar pembahasan dan pengambilan keputusan DPRD dalam hearing selanjutnya.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.