Jalan Desa Tanjung Burung Longsor, Pemkab Tangerang Bangun Jalur Alternatif

oleh -
jalan longsor, dinas bina marga dan SDA, kecamatan teluknaga, kabupaten tangerang, jalur alternatif,
Pekerja membangun bronjong di Jalan Raya TAnjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemkab Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) saat ini telah memetakan lahan yang akan dijadikan akses jalan alternatif sementara.

Pemetaan lahan untuk akses mobil itu, menyusul longsornya Jalan Raya Tanjung Burung selebar 4 meter panjang sekitar 200 meter di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga pada Sabtu (13/3/2021) lalu.

“Kami telah berkoordinasi dengan camat dan Kades berkaitan dengan pembangunan akses jalan untuk roda empat,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Slamet Budhi Mulyanto, Kamis (18/3/2021).

Pihaknya, kata Budhi, juga telah mengajukan permohonan penggunaan dana darurat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang untuk perbaikan tanggul dan akses jalan di Tanjung Burung agar masyarakat sekitar dapat menggunakan jalan dan tidak terisolir akibat longsor itu.

BACA JUGA: Pemkab Tangerang Janji Perbaiki Jalan Longsor di Tanjung Burung Teluknaga

Camat Teluk Naga, Zamzam Manohara menjelaskan, longsor membuat jalan amblas. Dan hampir seluruh badan jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Perbaikan jalan yang amblas dilakukan secara bersinergi antara balai besar dan juga dinas binamarga.

Untuk sementara, perbaikan jalan nantinya akan ada jalan lintas alternatif yang ada di Kampung Genteng untuk roda dua. Untuk roda empat bisa melalui Desa Cirumpak yang tembus menuju Tanjung Pasir.

Selain itu, Dinas Binamarga juga akan membangun jalan alternatif darurat di samping jalan longsor, sehingga masyarakat dapat melalui dan mengakses agar masyarakat tidak terisolir secara total yang terdampak longsor.

Kades Tanjung Burung, HM Idris Efendi menjelaskan, akibat kejadian itu, pihak Desa Tanjung Pasir berinisitif membuka jalan akses motor melalui perkampungan, jarak jalan alternatif sekitar 500 meter.

Menurut Idris, sebelum longsor, jalan sudah terlihat miring dan retak. Diduga kuat, kerusakan jalan tersebut karena sering dilintasi truk bermuatan berat. Idris berharap, dengan adanya kejadian ini perekonomian warga terlaksana dengan baik dan aktivitas warga tidak terganggu.(IKP/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.