Jakarta Bisa Kumpulkan Denda PSBB Rp 3,1 Miliar

  • Whatsapp
Pelanggar PSBB
Petugas Satpol PP mengawasi pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Nesar (PSBB) yang tengah melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di kawasan Sabang, Jakarta, Senin (10/8/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin, pihaknya mencatat Rp3.176.910.000 dana yang dikumpulkan dari denda pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Arifin di Jakarta, Jumat, menyatakan, pihaknya kini juga membidik pelanggar penggunaan masker yang tak sesuai prokes mengingat selama ini memang fokusnya lebih kepada penindakan terhadap warga yang tidak membawa masker saja.

Bacaan Lainnya

Pada PSBB Transisi yang diperpanjang untuk keempat kalinya ini selain tidak membawa masker, warga yang membawa masker tapi tak dipakai atau ada di saku dan di-dashboard mobil juga akan ditindak.

“Ketika orang pakai masker tapi gak benar; ada yang di leher, ada yang di dagu dan ada yang digantung saja,” kata Arifin.

Dikatakan tiga pelanggaran tersebut, kata Arifin, dipastikan akan dikenakan penindakan oleh Satpol PP DKI agar masyarakat mengerti.

“Kalau protes mengatakan mereka membawa masker atau pakai masker, tapi kan pakainya ga benar. Maksud dan tujuan dari protokol itu kan supaya kita tidak tertular,” katanya.

“Sekarang kalau kemudian pakai maskernya tidak benar, tertular gak? Maskernya taruh di leher ya tertular. Kalau di jidat ya tertular. Gak ada manfaatnya,”tutur Arifin.

Karena itu, Satpol PP akan melakukan penindakan, bahkan sampai masuk ke daerah-daerah permukiman.

“Karena di tempat-tempat umum sekarang lebih baik. Misal di mall, Anda pakai masker karena dijaga, Anda naik MRT pakai masker, artinya di tempat-tempat itu bisa kok disiplin,”jelasnya.

“Sekarang kan masker ada penilaian, ada alat ukur, pengelola pasar lebih meningkatkan pengelolaannya,” kata Arifin.

Menurut data  Satpol PP DKI Jakarta, hingga Kamis (13/8), pelanggar yang dikenakan teguran tertulis sebanyak 646, pelanggar yang dikenakan denda sebanyak 10.532; pelanggar yang disegel sebanyak 26 dan yang dikenakan kerja sosial sebanyak 80.832.

Para pelanggar tersebut adalah pelanggaran kategori tempat/fasilitas umum, kegiatan sosial budaya dan perorangan. Sedangkan nilai denda transisi yang masuk hingga 13 Agustus 2020 yang masuk, yakni Rp3.176.910.000.(Ricky/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.