Jadi Pengedar Narkoba dan Penjual Senpi Rakitan, Yongki Dibekuk Jajaran Polres Tangsel

oleh -
Pengedar Narkoba dan Senpi di Tangsel
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan (kedua dari kiri) menunjukan senpi rakitan yang dibuat Cahyo Muhamad Rafli alias Yongki.

TANGERANG SELATAN,REDAKSI24.COM—Cahyo Muhamad Rafli alias Yongki (26)  harus merasakan dinginnya sel di Polres Tangerang Selatan. Warga Kompleks Kostrad,  Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan ini dtangkap karena diketahui menjadi pengedar narkoba sekaligus penjual senjata api (senpi) rakitan.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, pengungkapan kasusi ini berawal dari pengembangan kasus narkoba yang tengah ditangani Unit Reskrim Polsek Ciputat. Dari penyelidikan diketahui Yonki kerap mengedarkan sabu dan ganja di wilayah hukum Polres Tangsel.

Setelah mendapatkan bukti yang cukup, petugas menyergap  pelaku di tempat tinggalnya dan menemukan barang bukti berupa paket sabu seberat 10,10 gram dan ganja seberat 2,53 gram. Namun, begitu dicek di beberapa bagian kamarnya, ditemukan pula sejumlah senjata api merek Revolver, FN, 3 pistol jenis revolver WG 733, serta 2 pucuk pistol revolver WG 708 yang tersimpan dalam koper warna hitam.

“Dalam proses penggeledahan, ditemukan juga berbagai jenis senjata rakitan dan peluru tajam, peluru senjata api,” kata Ferdy.

BACA JUGA:

Ingin Masuk Anggota Geng Vembajak, 9 Pelajar di Tangsel Bonyok Dianiaya Senior

Saat diinterogasi, lanjut  Kapolres, pelaku mengaku memang memiliki hobi olahraga menembak dengan air softgun. Namun, sejak Agustus 2019, muncul keinginan untuk merakit pistol airsoft gun tersebut menjadi senpi aslinya.

“Tersangka ini belajar secara otodidak melalui Youtube dan mesin pencari Google. Motifnya karena soal ekonomi. Jadi, senpi rakitan ini dijual kepada yang memesannya,” ujar Ferdy.

Dari pengakuan Yongki, dia baru menjual sepucuk senpi rakitan seharga Rp5 juta. Pemesannya saat ini dalam penyelidikan petugas. Cara pemasarannya pun dilakukan dengan sistem online, melalui kode-kode tertentu yang dipahaminya.

“Dijual secara online,” kata Ferdy.

Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, menyebutkan peluru tajam yang dimiliki pelaku berasal dari pembelian melalui aplikasi online. Rencananya, peluru tajam akan dipasangkan dengan senpi rakitannya sebelum dijual kepada pemesan.

“Jadi dia menjualnya sudah berikut peluru itu,” tutur Endy.

Akibat perbuatannya lanjut Endy, tersangka dikenai UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dan UU darurat No 12 Tahun 51 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Hingga kini kami masih melakukan pengembangan terkait dari mana tersangka mendapatkan peluru kaliber 22 dan 5,6,” pungkas Endy. (Hdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *