Iti Gemes, Ungkapan Dimyati Bak Bukan Politisi

  • Whatsapp
Iti Jayabaya
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Iti Octavia Jayabaya menyesalkan sikap Achmad Dimyati Natakusumah,  yang mengomentari keikutsertaan keluarganya dalam Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020 nanti. Bahkan ia menilai sikap yang dilontarkan Dimyati, Mantan Wakil Ketua MPR RI itu tidak menunjukkan sebagai sosok politisi sejati.

Pasalnya kata Iti, setiap warga negara Indonesia berhak atau bisa mencalonkan diri dalam perhelatan demokrasi dimana saja, seperti yang diamanatkan di dalam undang-undang. “Mencalonkan diri adalah hak asasi setiap warga Indonesia, jadi tidak patut adanya larangan seperti itu,” kata Iti kepada Redaksi24.com Senin (7/10/2019).

Bacaan Lainnya

Iti yang juga ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten menjelaskan, komentar Dimyati berbanding terbalik dengan apa yang diamanatkan dalam Undang Undang. Karena tambah dia, Undang-Undang di Indonesia mengedepankan asas demokrasi

” Melarang untuk mencalonkan dalam perhelatan demokrasi di daerah asalnya sama saja tidak patuh kepada undang-undang ,” tandas Iti.

Sementara itu, Juru Bicara Keluarga Jayabaya (JB), Agus Wisas mengatakan sikap Dimiyati bukan sikap seorang politisi nasional. Bahkan, komentar tersebut dinilai seperti seorang Politisi Pilkades.

” Duh, saya jadi kasihan melarang-larang orang agar tidak ikut. Apa haknya coba. Ini Indonesia, semua orang bebas berpartisipasi dalam demokrasi. Apakah ini karena takut atau apa, jujur saya heran dengan sikap tersebut,” kata Agus Wisas.

BACA JUGA:

KPU dan Bawaslu Galau, Dana Pilkada Pandeglang Belum Jelas

Tak Usung Nama Irna, PKS Siapkan 3 Kader Internal Untuk Pilkada Pandeglang

Ia menuturkan, keluarga JB maju dalam Pilkada Pandeglang karena melihat kondisi pembangunan di Kabupaten Pandeglang selama 5 tahun terakhir sangat buruk. Ia juga menyayangkan sikap Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang hanga memikirkan diri sendiri, dengan membeli mobil dinas mewah pasca insiden tsunami beberapa waktu lalu.

” Kami optimis untuk terus maju, karena pada intinya kami melihat kondisi pembangunan di Pandeglang saat ini buruk sekali, liat infrastruktur, liat penanganan pasca tsunami juga lama. Ketika rakyat lagi susah, Bupati malah beli mobil mewah. Ini kan sesuatu yang dzolim kepada rakyat, dzolim ini haruslah diberantas, caranya dengan melawan Irna,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.