Ita Khoerunnisa Ajak Pelajar Siapkan Diri Kejar Beasiswa

oleh -
Ita Khoerunnisa
Penerima beasiswa Bidikmisi, Ita Khoerunnisa.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Sebagai generasi milenial hendaknya bangkit dan mampu merelasisasikan mimpi dengan banyak berdo’a serta usaha. Persiapan serta memperbanyak latihan soal agar bisa lolos beasiswa bidikmisi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN).

Demikian diungkapkan mahasiswi berprestasi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) penerima beasiswa Bidikmisi,  Ita Khoerunnisa saat ditemui Redaksi24.com di kegiatan Semarak Bidikmisi UIN SMH Banten 2019.

“Dulu saya ketika mau menghadapi UMPTKIN mengumpulkan soal-soal dari tahun tahun sebelumnya, terus dipelajari, dikaji kemudian tarik kesimpulannya biar belajarnya lebih fokus buat seleksi dalam mengisi soal nanti,” katanya di Aula Syadeli Hasan UIN SMH Banten, Kota Serang, Kamis (21/11/2019).

BACA JUGA:

. Relawan Bidikmisi UIN Banten Gelar Aksi Bebersih Alun-Alun Kota Serang

. Diganti KIP Kuliah, Mahasiswa Bidikmisi Siapkan Kajian

. Gubernur Banten Tawarkan Bantuan ke Kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin

Sebagai generasi muda, lanjut Ita, harus berjuang keras dengan cara berusaha disertai keyakinan punya peluang buat kuliah. Ita Khoerunnisa yang juga bendahara umum Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (HMBM) UIN SMHB tersebut, menjelaskan motivasi mengambil beasiswa bidikmisi agar mengurangi beban keluarga dalam pembiayaan dana kuliah.

“Motivasinya biar kuliah enggak bayar semester, meringankan orang tua, terus juga selain itu bisa mengeksplor diri melalui beasiswa,” jelasnya.

Ita mengaku mendapat beasiswa Bidikmisi persemesternya Rp6.600.000 kemudian dipotong Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp2.400.000. “Jadi uang living costnya Rp4,200.000. “Untuk adik-adik SMA/SMK dari sekarang siap-siap, karena untuk masuk beasiswa bidikmisi ke perguruan tinggi bukan cuma 1 atau 2 orang, tapi banyak,” paparnya.

Beasiswa bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan pemerintah RI melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi namun memilik potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan perguruan tinggi pada program study unggulan sampai lulus tepat waktu. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2010.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.