Istri Wapres Ingatkan Pneumonia Masih Jadi Ancaman Anak Indonesia

  • Whatsapp
Wury mengingatkan pneumonia masih menjadi penyakit yang mengancam kesehatan anak indonesia
Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan istri, Wury Estu Handayani, saat mengikuti peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan KNEKS secara virtual dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (22/10/2020)

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Istri Wapres (Wakil Presiden) Ma’ruf Amin, Wury Estu Handayani,  mengigatkan bahwa pneumonia masih menjadi penyakit yang mengancam kehidupan dan kesehatan anak Indonesia, selain kekerdilan atau stunting dan Covid-19 yang dihadapi saat ini.

“Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada balita yang sesungguhnya dapat dicegah dan diobati,”ujar Wury dalam sambutannya pada Peringatan Hari Pneumonia Sedunia Tahun 2020 secara daring di Jakarta, Kamis.

Bacaan Lainnya

Kata Wury, anak-anak Indonesia memiliki hak kelangsungan hidup serta bertumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga Pemerintah dan masyarakat harus bekerja bersama-sama agar anak terbebas dari ancaman pneumonia.

Guna mencegah anak-anak Indonesia terjangkit penyakit ini, Wury mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk menggalakkan lima langkah pencegahan, seperti yang dikampanyekan Kementerian Kesehatan.

BACA JUGAWapres RI Sebut Pernyataan Macron Tak Bisa Dibenarkan

“Kelima langkah tersebut ialah pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan ditambah MPASI sampai anak berusia dua tahun, menuntaskan imunisasi pada anak, mengobati anak ke fasilitas kesehatan apabila sakit.

Kemudian  memastikan kecukupan gizi anak dan menjalankan hidup bersih, serta memantau tumbuh kembang dengan memanfaatkan buku kesehatan anak.”pungkas Wury

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, pneumonia merupakan masalah kesehatan utama yang diderita balita di dunia, khususnya di negara-negara berkembang.

“Berdasarkan laporan WHO (World Health Organisation) Tahun 2017, sebanyak 15 persen dari kematian anak di bawah umur lima tahun atau setara 5,5 juta jiwa disebabkan oleh pneumonia,” kata Terawan.

Pneumonia, menurut Menteri Terawan,  adalah infeksi akut pada jaringan paru, yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau jamur, dan ditularkan melalui udara atau droplet. Pneumonia juga penyakit yang berbahaya bagi kelompok rentan, tambah Terawan.

Untuk penanggulangan penyakit itu di Indonesia, Pemerintah meningkatkan pengelolaan terhadap penyakit tersebut dengan menambah akses dan pelayanan kesehatan untuk balita, serta perluasan imunisasi pneumococcal conjugate vaccine (PCV) secara bertahap ke seluruh wilayah.

Menkes juga meminta seluruh pemangku kebijakan lintas sektor dan pemerintah daerah untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mencegah penyakit tersebut, terutama pada anak-anak.

“Saya mengimbau semua pihak untuk berkontribusi mencegah pneumonia dengan mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menciptakan lingkungan yang sehat,” katanya.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.