Istri Ditangkap Suami Berhasil Kabur

  • Whatsapp
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan didampingi Wakapolres Tangsel Kompol Didik Putra Kuncoro saat menggelar press realease dengan sejumlah wartawan, Senin, (26/8/2019).

REDAKSI24.COM—Simpan 4.595 gram sabu ibu rumah tangga berhasil dibekuk jajaran satuan reserse narkoba Polres Tangsel.  Wanita berinisial PP (32) ini, juga merupakan istri bandar dan pengedar narkotika jenis sabu yang saat ini telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) aparat kepolisian.

“Kami membekuk PP (32), ibu rumah tangga yang juga istri bandar narkoba dengan barang bukti sekitar 10 dus sabu dengan total berat  4.595 gram dan disimpannya di dalam kamar tidur,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Senin (26/8/2019) kemarin.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Wakapolres Tangsel Kompol Didik  Putra Kuncoro menambahkan, saat penangkapan Poppy  tengah berada di  rumahnya di wilayah Tamansari, Jakarta Barat.  Namun saat penangkapan tersangka ternyata sang suami, AH, dan teman suaminya, R, tidak ada di tempat.

“Mereka masuk dalam daftar pencarian orang dan tengah dikejar jajaran Serse Narkoba Polres Tangsel,” tuturnya.

BACA JUGA :

BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu 20 Kg di Pelabuhan Merak

BNNP Banten Musnahkan 5,2 Kg Sabu

Istri Didorong Bertarung di Pilkada Tangsel, Sandiaga Uno : Butuh Waktu ‘Bernapas’

Menurutnya, penangkapan terhadap  PP  merupakan hasil pengembangan jajaran Polres Tangsel setelah sebelumnya menangkap tersangka berinisal N sebulan lalu. Mendapatkan informasi adanya pasutri yang menjadi dalang atau bandar sabu langsung melakukan pengejaran hingga berhasil meringkus sang istri.

Saat pengerebekan dan penangkapan tersangka PP tersebut jajaranya berhasil mendapatkan barang bukti empat bungkus teh cina berisikan sabu dengan berat total 4.067 gram. Kristal bening juga ada yang dibungkus enam plastik klip seberat 528 gram.

“Tersangka mengaku sabu didapat dari R dan suaminya AH. Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang,” ujarnya yang menambahkan narkotika jenis sabu yang dikuasainya berasal dari dua kali pengiriman wilayah Kemayoran dan Sunter.

Didik menjelaskan atas perbuatannya tersangka terancam Pasal 114 atau 2, Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.

“Ancaman hukuman paling ringan lima tahun kurungan penjara,” pungkasnya (Adam/Hendra).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.