Isolasi OTG Covid-19, Pemkab Pandeglang Sewa Wisma PKPRI Rp180 Juta

  • Whatsapp
rumah isolasi
Pjs Bupati Pandeglang Gunawan Rusminto bersama Satgas Covid-19 meninjau Wisma PKPRI yang dijadikan rumah isolasi OTG Covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pemkab Pandeglang menjadikan Gedung Wisma PKPRI sebagai rumah isolasi bagi warga terpapar Covid-19 yang termasuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Penyediaan tempat isolasi dilakukan sebagai salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di Pandeglang.

Informasi yang dihimpun menyebut, Pemkab Pandeglang menyewa gedung Wisma PKPRI untuk dijadikan tempat isolasi OTG Covid-19 selama tiga bulan ke depan. Untuk itu, Pemkab Pandeglang harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp180 juta.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab Bidang Kesehatan dan Penegakan Disiplin Kesehatan Satgas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang, Ramadani mengakui, disiapkannya rumah isolasi bagi OTG covid-19 sebagai langkah untuk memutus penyebaran wabah corona di Pandeglang.

“Kami sewa (Gedung PKPRI) untuk tiga bulan, dengan biaya sewa Rp60 juta per bulan,” imbuhnya usai meresmikan rumah isolasi OTG Covid-19, Rabu (14/10/2020).

BACA JUGA: Sampaikan Aspirasi Mahasiswa, Pimpinan DPRD Pandeglang Surati Presiden

Dia mengatakan, Gedung Wisma PKPRI memiliki daya tampung lebih dari 60 orang. Di gedung itu juga tersedia sebanyak 32 kamar dengan kapasitas dua tempat tidur. Sedangkan pengelolaan rumah isolasi, menurut dia, mengadopsi Wisma Atlit Jakarta dengan menerapkan sistem piket bagi petugas medis, BPBD dan Satpol PP.

“Nanti piket dibuat dua shift, mulai pukul 08:00-20:00 dan 20:00 – 08:00 WIB. Selain itu petugas medis juga akan intens melakukan pengecekan kesehatan bagi para OTG,” katanya.

Di tempat yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Pandeglang, Gunawan Rusminto mengatakan, disiapkannya rumah isolasi merupakan kerja sama Pemkab Pandeglang dengan seluruh stakeholder terkait dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerja dari awal hingga saat ini. Semoga langkah ini dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 di Pandeglang,” ujarnya.

Saat ditanya kasus Covid-19 di Pandeglang, ia mengaku mencapai 140 kasus. Karena itu, dia berharap seluruh masyarakat disiplin mejalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

“Bagi para pasien yang diisolasi akan ditanggung semua kebutuhannya hingga sembuh. Kami juga sediakan fasilitas kesehatan lainnya, seperti kendaraan operasional, ambulan dan kebutuhan lainnya,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.