Ironis, Jual Beli Bansos Presiden di Kelurahan Ciputat Disebut Seperti Kartel, Melibatkan Oknum RT RW

  • Whatsapp
Paket Sembako Bansos Presiden
Paket Sembako Bansos Presiden

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Soal adanya dugaan jual-beli paket sembako bantuan Presiden di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, warga menyebut seolah seperti kartel hingga melibatkan banyak oknum RT dan RW.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga berinisial TM. Dia menyebut, jual beli sembako Presiden seperti kartel lantaran jumlah paket Bansos yang disimpan sementara di Aula Serbaguna Komplek Kompas 3 Jalan Bawang Putih 3 RW 08 Kelurahan Ciputat itu, jumlahnya ribuan.

Bacaan Lainnya

“Sekitar dua minggu lalu, jam 11 malam tiba-tiba ada truk besar datang masuk komplek ternyata isi muatannya Bansos. Dari tulisan dimobil keterangannya ada 2.000 paket sembako, tapi setelah tanya ke orang yang bantu nurunin sembako katanya ada 9.000 lebih. Diangkutnya juga pake 9 truk besar. Nah setelah itu, warga mulai gaduh,” katanya melalui telepon, Senin (30/6/2020) malam.

“Jadi ini tuh kayak kartel gitu. Ini sepemikiran saya, ada orang naro terus distribusinya pakai aula di komplek saya. Warga sini enggak ada yang dapet dan enggak beli, meskipun sempat ditawarkan di grup WhatsApp komplek,” tambah TM.

BACA JUGA: Duh, Sembako Bansos Presiden Diduga Diperjual Belikan di Kelurahan Ciputat

Mirisnya, yang membuat geram warga di komplek sekitar setelah tahu bahwa paket sembako dengan tas bertuliskan Bansos Presiden warna merah putih itu, dijual bukan kepada orang miskin yang terdaftar namanya. Melainkan kepada orang lain bahkan dari luar Tangerang Selatan untuk dijual lagi.

“Hal yang membuat saya marah adalah ketika penerima Bansos itu buķan orang-orang miskin, tapi bener-bener disimpan di situ (aula) untuk dijual. Saya bahkan dapat informasi, ada seorang warga komplek yang jadi supir untuk mengantarkan paket Bansos kepada orang Bogor untuk dijual lagi, sekira 50 paket Bansos,” papar TM geram.

Dia menduga, aksi curang jual beli sembako Bansos tersebut melibatkan oknum RT dan RW sekitar komplek. Dugaan tersebut berdasarkan dari izin penggunaan komplek yang hanya bisa diberikan oleh pihak RT dan RW. Tapi sayang, meski warga geram dan marah, mereka tidak berani melapor ke pihak kelurahan karena takut berakibat buruk.

“Dugaan saya ketua RW yang jual dan melibatkan banyak RT. Saya kan di komplek kompas, banyak jurnalis. Tapi mereka pada tutup mata, mungkin pada takut. Karena yang bermain senior semua. Pengurus gedung aula senior semua. Surat izin sewa aula diberikan oleh RT,” tukas TM.

Saat ini, jual beli Bansos Presiden tersebut belum terlihat lagi. Sementara soal surat izin, baru beberapa hari kemarin ditunjukkan oleh pihak RT setelah didesak oleh warga untuk menunjukkan surat izin penggunaan aula untuk Bansos tersebut. 

“Sekarang udah enggak ada aktivitas truk. Surat itu keluar setelah dipaksa warga melalui grup untuk transparan. Ironis. Pembayaran itu bukan akomodasi truk. Setau gue bansos itu gratis, kalau dijual itu pun salah. Itu dijualin bukan berdasarkan data dan yakin itu udah enggak bener,” pungkasnya.

Menurut MP, paket sembako Bansos Presiden tersebut berisi beras 10 kilogram, sarden 8 kaleng, dan mie instan 5 pcs dan lainnya.

Sebelumnya diberitakan Redaksi24.com, keluhan serupa disampaikan oleh warga berinisial MP. Menurutnya, aksi jual beli bansos Presiden itu dilakukan oleh oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM). 

“Di tempat saya ada penjualan bantuan sosial dari Presiden RI kepada warga. Paket tersebut dijual seharga Rp70 ribu,” katanya, melalui telepon seluler, kemarin.

Aksi jual beli Bansos tersebut, lanjut MP, sudah diketahui secara luas oleh warga di sekitar Kelurahan Ciputat. Lantaran, banyak warga yang menanyakan sembako Bansos yang dijual murah oleh oknum LSM.

“Warga luar banyak yang beli. Banyak orang yang nanyain, banyak orang yang bolak balik juga bawa dua kantong tiga kantong sembako dengan tas kantong sembako bertuliskan Bansos Presiden. Warga sudah pada tahu, tapi ada yang pro dan kontra. Warga yang kontra, pilih diam karena enggak mau ribet persoalan,” tutur MP.

MP menerangkan, praktek jual beli sembako Bansos murah itu sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Ribuan paket sembako Bansos Presiden datang dan disimpan sementara di Aula serbaguna Komplek Kompas 3 Jalan Bawang Putih 3 RW 08 Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat.

“Waktu itu sempat ada warga yang negur, karena paketan bansos dijual beli kan. Niatnya memang baik, tapi persoalannya tas bungkus sembako tersebut bertuliskan bansos Presiden. Ini yang enggak bener,” terang MP.

Meski warga sudah menegur, tetapi aksi yang diduga melibatkan RT dan RW sekitar tetap berjalan dan kemungkinan sudah dua kali berlangsung. 

“Informasinya, paketan sembako bansos dari Presiden yang dijual belikan merupakan jatah yang penerimanya sudah meninggal atau sudah pindah. Kemudian dilimpahin dan dijual ke masyarakat,” ungkapnya.

Aksi yang melibatkan oknum LSM tersebut, dikecam sejumlah warga termasuk MP. Lantaran di tengah kesulitan ekonomi akibat Covid-19 ini, masih banyak masyarakat terdampak yang membutuhkan sembako tersebut, bukan justru dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan di tengah kesulitan masyarakat. Yakni dengan menjual paketan bansos dari pemerintah dengan murah. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.