Inilah 27 Daerah yang Berpotensi Pilkada Kotak Kosong!

oleh -
Komisioner Bawaslu RI, Mochammad Afifudin, dalam konferensi pers, Senin, menyatakan, Bawaslu menemukan sebanyak 27 daerah kabupaten/kota baru satu pasangan bakal calon mendaftar di KPU setempat sehingga berpotensi menyelenggarakan Pilkada kotak kosong pada Pilkada Serentak 2020.

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) RI menemukan sebanyak 27 daerah kabupaten/kota yang berpotensi menyelenggarakan Pilkada kotak kosong pada Pilkada Serentak 2020.

Pasalnya, hingga kini yang baru satu bakal pasangan calon yang mendaftar  ke masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat sehingga berpotensi melawan kota kosong pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 nanti.

“Ada 27 kabupaten/kota yang hanya terdapat baru satu bakal pasangan calon yang melakukan pendaftaran,”ujar anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, saat konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Senin.

Berikut ke-27 daerah dimaksud, yakni Ngawi, Kediri (Jawa Timur); Kebumen, Wonosobo, Sragen, Boyolali, Grobogan, Kota Semarang (Jawa Tengah); Bintan (Kepualauan Riau).

BACA JUGA:Bawaslu Catat Tiga Bapaslon Pilkada Langgar PSBB, Termasuk Airin Yang Dampingi Benyamin-Pilar

Sungai Penuh (Jambi); Badung (Bali); Gowa, Soppeng (Sulawesi Selatan); Manokwari Selatan, Raja Ampat (Papua Barat); Sumbawa Barat (Nusa Tenggara Barat).

Kemudian Pasaman (Sumatra Barat); Pematangsiantar, Serdang Bedagai, Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan (Sumatra Utara); Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Bengkulu Utara (Bengkulu); Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan (Sumatra Selatan); Balikpapan, dan Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur).

BACA JUGA:Deklarasi Pencalonan Irna-Tanto Libatkan Puluhan Siswa Kelas 1 SMP

Dari 27 daerah itu, menurut Afifuddin, sembilan daerah di antaranya terdapat bakal calon yang mendaftarkan diri melalui jalur perseorangan namun tidak memenuhi syarat. Yaitu di Ngawi, Balikpapan, Kediri, Kebumen, Raja Ampat, Pematangsiantar, Kota Semarang, Boyolali, dan Kutai Kartanegara.

Kata dia, di daerah dengan bakal pasangan calon tunggal yang terdaftar itu KPU setempat memperpanjang waktu tahapan pendaftaran pasangan calon.

“Sesuai Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19. perpanjangan pendaftaran dilaksanakan paling lama tiga hari setelah pelaksanaan sosialisasi penundaan tahapan,”pungkasnya.(Zuhdiar/Ant/Jaya)