Ini Syarat Pelaku Ojol dan Taksi Online Dapat Kelonggaran Cicilan Yang Dijanjikan Jokowi

  • Whatsapp
ojek online
Ojek Online/Ilustrasi.

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Beberapa kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan janjinya untuk membebaskan cicilan kendaraan selama 1 tahun  kepada pelaku ojek online (ojol) dan taksi online. Hal tersebut dilakukan Jokowi untuk meringankan beban para pelaku ojol dan taksi online akibat adanya wabah Covid-19 kepada pelaku ojek online (ojol) dan taksi online.

Terkait hal tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keterangan terkait hal tersebut. Lewat keterangan resminya OJK menjelaskan, kelonggaran membayar cicilan selama 1 tahun tersebut mengacu pada jangka waktu restrukturisasi yang diatur dalam POJK Stimulus.

Bacaan Lainnya

Kelonggaran cicilan yang dimaksud tidak hanya bagi Ojol dan taksi online saja. Tetapi lebih ditujukan pada debitur kecil antara lain sektor informal, usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Misalkan pekerja informal yang memiliki tagihan kepemilikan rumah dengan tipe tertentu atau program rumah sederhana, pengusaha warung makan yang terpaksa tutup karena ada kebijakan work from home (WFH).

Menurut OJK, relaksasi dengan penundaan pembayaran pokok sampai dengan 1 tahun tersebut dapat diberikan kepada debitur yang diprioritaskan. Dalam periode 1 tahun tersebut debitur dapat diberikan penundaan/penjadwalan pokok dan/atau bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan ataupun asesmen bank/leasing misal 3,6,9, atau 12 bulan.

Kebijakan itu juga termasuk untuk cicilan kendaraan di leasing dan teruang di POJK. Namun OJK sedang melakukan finalisasi bentuk produk hukum setelah melakukan koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia agar penerapannya tidak menimbulkan moral hazard.

OJK juga menjelaskan untuk mendapatkan fasilitas kelonggaran cicilan tersebut ada beberapa hal yang hrus dilakukan oleh debitur seperti:

1. Debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh bank/leasing yang dapat disampaikan secara online (email/website yang ditetapkan oleh bank/leasing) tanpa harus datang bertatap muka.

2. Bank/Leasing akan melakukan assesment antara lain terhadap apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan (terutama untuk leasing).

3. Bank/Leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan bank/leasing. Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait. (Hdr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.