Ini Motif Seseorang Melakukan Korupsi menurut Direktur Akademi Antikorupsi

oleh -
Ini Motif Seseorang Melakukan Korupsi menurut Direktur Akademi Antikorupsi  
Diskusi Publik “Menelisik Korupsi Hingga ke Akar: Hubungan Kekuasaan dan Korupsi di Dalam Lembaga Demokrasi” yang digelar di Restoran Istana Nelayan Tangerang/Ist.

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa melakukan korupsi. Dalam Diskusi bertema “Menelisik Korupsi Hingga ke Akar: Hubungan Kekuasaan dan Korupsi di Dalam Lembaga Demokrasi” yang digelar di Restoran Istana Nelayan Tangerang Direktur Akademi Antikorusi, Ade Irawan memaparkan ada 2 faktor penyebab seseorang melakukan korupsi 

Menurut Ade penyebab pertama seseorang melakukan korupsi adalah  karena kebutuhan, gaya hidup dan adanya kesempatan. Menurut mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch ini walaupun sebenarnya pendapatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)  atau pejabat lainnya di pemerintahan sudah cukup besar dengan kebutuhan dan gaya hidup yang tinggi membuat orang rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya termasuk dengan melakukan korupsi.

“Kebutuhan tinggi ditunjang dengan adanya kesempatan membuat seseorang mau melakukan korupsi,’ ujar pria warga asli Balaraja Kabupaten Tangerang ini .

BACA JUGA: Direktur Akademi Anti Korupsi Nilai Harus Ada Tim Advokasi Turun Tangan Bantu Warga Tangerang Lawan Mafia Tanah 

Faktor kedua yang menyebabkan seseorang melakukan korupsi menurut Ade adalah faktor struktural di pekerjaannya. Walaupun awalnya tidak memiliki niat untuk korupsi namun dengan tekanan lingkungan khususnya atasan atau pimpinan memaksanya untuk melakukan korupsi.

BACA JUGA: Program Unggulan Gubernur Banten Banyak Dikorupsi, Loyalitas Anak Buah WH Dipertanyakan

“Banyak yang tak bisa menolak karena dipaksa untuk menuruti keinginan pimpinan atauu atasannya,”jelas Ade.

BACA JUGA: Ketua KONI Tangsel Susul Bendahara Jadi Tersangka Kasus Dana Hibah 

Semenara itu Ketua Umum Forum Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Rifki Firmansyah mengaku prihatin dengan masih maraknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia khususnya yang terjadi d Provinsi Banten. untuk itu Rifki dirinya berharap kepada lembaga-lembaga pemberantasan korupsi untuk melakukan penguatan di daerah.

“Kami berharap lembaga pemberantasan korupsi bisa secara preventif  

agar pejabat yang ada di daerah khususnya di wilayah Tangerang Raya tidak memiliki celah untuk melakukan korupsi” harapnya.

Terkait kasus dugaan korupsi yang terjadi di Banten, dirinya mendukung Kejaksaan Negeri di Tangerang Raya serta Kejaksaan Tinggi Banten untuk mengusut tuntas kasus korupsi tersebut. Para penegak hukum diharapkan mampu dan berani membongkar seluruh pelaku hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu. 

“Forum Himata berharap kepada pejabat di Indonesia khususnya Tangerang Raya dan juga Banten untuk menghindari korupsi dan akan mengutuk keras kepada oknum-oknum pejabat yang melakukannya,” pamungkas Rifky. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.