Ini Instruksi Kapolri Kepada Empat Pejabat Tinggi Baru Polri

oleh -
Empat Pejabat Tinggi Polri dilantik Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melantik empat Kapolda baru dan menerima kenaikan pangkat sejumlah pejabat tinggi dan satu perwira tinggi (Pati) Polri.

Empat pejabat tinggi Polri yang dilantik sebagai Kapolda baru tersebut, Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Panca Putra sebagai Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Hendro Sugiatno sebagai Kapolda Lampung dan Brigjen Mathius D Fakhiri sebagai Kapolda Papua.

Kapolri juga melantik Kapolda Sumatera Utara yang lama, Irjen Martuani Sormin sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri.

Selain melantik Kapolda baru, Kapolri juga menerima kenaikan pangkat satu Pati Polri berpangkat inspektur jenderal atau jenderal berbintang dua menjadi komisaris jenderal atau jenderal berbintang tiga, yakni Komjen Paulus Waterpauw.

Kapolri juga menerima kenaikan pangkat empat pejabat tinggi dari brigadir jenderal atau jenderal bintang satu menjadi inspektur jenderal atau jenderal bintang dua, yakni Irjen Pol Mathius D Fakhiri, Irjen Pol Syahardiantoro, Irjen Pol Suryanbodo Asmoro, Irjen Pol Moh Abdul Kadir.

Kemudian ada tujuh personil Polri yang naik pangkat dari perwira menengah (Pamen) menjadi Pati dari komisaris besar menjadi brigadir jenderal, yakni Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto, Brigjen Pol Pipit Rismanto, Brigjen Pol Mustaqim, Brigjen Pol Hariyanto, Brigjen Pol Ahmad Alwi, Brigjen Pol Rudi Hartono dan Brigjen Pol Sumadi.

BACA JUGA: Kapolri Instruksikan Jajarannya Berantas Tuntas Mafia Tanah

Dalam serah terima jabatan yang digelar di Mabes Polri Jakarta Kamis (4/3/2021), Kapolri meminta Kapolda yang baru dilantik untuk mengantisipasi varian baru COVID-19, B117 asal Inggris yang terdeteksi masuk ke Indonesia di Karawang.

“Munculnya varian COVID-19 baru yang sangat cepat penyebarannya. Untuk itu perlu diantisipasi,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Kapolri memberikan sederet tugas kepada empat Kapolda baru terutama dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Para Kapolda baru diminta turun tangan dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang kini telah bermutasi menjadi varian baru yang perlu diantisipasi agar tidak meluas di Tanah Air.

“Cepat lakukan 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Pastikan anggotanya agar melaksanakannya dengan baik,” kata mantan Kapolda Banten ini.

Listyo juga meminta para pejabat baru yang dilantik terutama Kapolda yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Melaksanakan koordinasi penanganan COVID-19 dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama menekan angka kasus.

“Pejabat baru agar melaksanakan PPKM mikro bagi yang masuk dalam enam Polda, sedangkan yang lain melaksanakan kegiatan imbangan,” kata Listyo.

Kapolri juga meminta para pejabat tinggi Polri itu menjalankan tugas secara humanis dan berdedikasi. Memberikan penghargaan bagi anggota yang telah melakukan upaya mengendalikan pandemi dari zona merah menjadi zona hijau.

Para Kapolda juga diminta mengawal program vaksinasi COVID-19 nasional yang saat ini sedang berlangsung.

Selain program penanganan COVID-19, mantan Kabarareskrim Polri itu juga memerintahkan jajarannya membantu pemerintah mengawal program pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi.

“Laksanakan, pengawasan dan pendampingan program dari pemerintah seperti UMKM. Proyek padat karya oleh pemerintah pusat maupun daerah berikan pendampingan agar dikawal,” katanya.

Anggota Polri tersebut diminta mendengar keluhan masyarakat yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan memberikan solusi agar mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Semoga perkembangan ekonomi bisa kembali normal maka perlu pendampingan dengan baik,” katanya.

Listyo juga tak lupa mengingatkan jajarannya soal penanganan perkara dengan mengedepankan restorativ justice, agar rasa keadilan dirasakan dan diawasi pelaksanaan agar tidak terjadi penyelewengan.

“Lalu tentang mafia tanah seperti pengembangan perkebunan dan lain-lain mohon jadi perhatian semua jajaran Polri,” tegas Listyo.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.