Ini Dia Simulasi Elektabilitas Pasangan Gubernur-Wagub Banten Versi ASI Untuk Pilkada 2024

oleh -
Ini Dia Simulasi Elektabilitas Pasangan Gubernur-Wagub Banten Versi ASI Untuk Pilkada 2024

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis hasil survei bertema “Evaluasi Publik Terhadap Kinerja Pemerintahan Provinsi Banten & Peta Elektoral Pilkada 2024” di Fame Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Minggu, (30/1/2022).

Salah satu hasil temuan survei yang menarik adalah simulasi elektabilitas pasangan Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Banten untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 26 November 2024 nanti. 

Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif’an menjelaskan dari hasil survei dilaksanakan pada 16 – 24 Januari 2022 di Provinsi Banten dengan cara wawancara tatap muka tersebut, terkait elektabilitas gubernur, Wahidin Halim menjadi kandidat gubernur yang paling banyak dipilih oleh masyarakat dengan 19,3 persen responden dan disusul oleh Rano Karno 13,3 persen, serta Airin Rachmi Diany  dengan 11,0 responden.  Sedangkan posisi ke-4 dan ke-5 besar responden terkait elektabilitas gubernur tersebut diduduki Andika Hazrumy, 9,8 persen responden dan Ahmed Zaki Iskandar dengan 6,8 persen responden.

“Dari 400 responden yang kami survei ada 21,6% masyarakat mengaku  tidak tahu/tidak jawab terkait siapa gubernur yang layak memimpin Banten ke depan,” jelas pria yang akrab disapa Cak Ali ini.

BACA JUGA: Survei Y-Publica Sebut Elektabilitas Demokrat Menggeser Golkar di 3 Besar

Sedangkan terkait elektabilitas wakil gubernur, Andika Hazrumy menjadi kandidat Wakil Gubernur yang paling banyak dipilih dengan 13,0 persen responden disusul Airin Rachmi Diany (9,8%), Rano Karno (9,5%), Arif R. Wismansyah (9,3%), dan Ahmed Zaki Iskandar (5,3%). Sedangkan 27,8% masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Ini Dia Simulasi Elektabilitas Pasangan Gubernur-Wagub Banten Versi ASI Untuk Pilkada 2024

“Untuk kandidat Wakil Gubernur Wahidin Halim dan Rano Karno suaranya merosot,  Bahkan Wahidin hanya mengumpulkan 4,8 persen saja. Hal ini kemungkinan kedua tokoh ini dianggap masyarakat paling tepat berada di posisi gubernur bukan wakil gubernur,” ujar pria yang tengah melanjutkan program pasca sarjana di program doktoral di Universitas Indonesia ini.

BACA JUGA: Hasil Survei KPN: 63,1 Persen Warga Puas Penanganan COVID-19 Yang Dilakukan Gubernur Banten

Sedangkan untuk elektabilitas pasangan Wahidin Halim dengan Andika Hazrumy menjadi pasangan yang banyak dipilih masyarakat dengan 35 persen suara responden disusul Rano Karno-Iti Octavia Jayabaya(19,5%), Airin Rachmi Diany-Desmond J Mahesa (11,8%), Jayabaya-Ratu Tatu Chasanah (4,3%), dan Sufmi Dasco Ahmad-Nur Azizah (1,5%).

Untuk simulasi elektabilitas pasangan Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur, pasangan Wahidin Halim-Sufmi Dasco Ahmad (25,1%) merupakan pasangan yang banyak dipilih, disusul Rano Karno-Ratu Tatu Chasanah (19,8%), Andika Hazrumy-Iti Octavia Jayabaya (17,0%), Airin Rachmi Diany-Jayabaya (13,0%), dan Nur Azizah-Desmond J Mahesa (0,5%). “Terkait elektabilitas pasangan Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur, pasangan Wahidin Halim-Desmond J Mahesa (26,1%) merupakan pasangan yang banyak dipilih, disusul Rano Karno-Iti Octavia Jayabaya (16,5%), Airin Rachmi Diany-Jayabaya (13,0%), Andika Hazrumy-Nur Azizah (12,8%), dan Ratu Tatu Chasanah-Sufmi Dasco Ahmad (3,0%). Sedangkan 28,6% masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab,” papar  Ali.

BACA JUGA: Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 Butuh Anggaran Rp 112 Triliun 

Sementara itu pengamat Kajian Kebijakan Publik Adib Miftahul yang hadir dalam acara tersebut mengaku tidak terlalu terkejut dengan tingginya elektabilitas pasangan Wahidin Halim dengan Andika Hazrumy pada simulasi elektabilitas pasangan Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur yang dilakukan Lembaga ASI tersebut. Karena menurut Adib dari beberapa hasil survei sebelumnya yang dilakukan beberapa lembaga hasilnya diketahui jika tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy ini masing sangat tinggi.

“Salah satu kepuasan yang paling tinggi adalah bagaimana penanganan yang dilakukan Gubernur Banten dan Wakilnya terhadap masalah COVID-19 serta pembangunan infrastruktur,” jelas Adib.(Hendra)