Ini Cara Sederhana Membedakan Batik Asli Dengan Tekstil Bercorak Batik!

  • Whatsapp
Tumbu membagikan kiat membedakan batik tulis dengan batik printing
Perajin mengerjakan pembuatan batik tulis dengan motif khas Bogor di Kampung Batik, Neglasari, Cibuluh, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Kita mungkin kesulitan membedakan batik tulis asli dengan batik yang dibuat pengrajin dengan inovasi baru menggunakan piranti printing (cetak), maka untuk itu ada baiknya disimak kata pakar perbatikan Dr. Tumbu Ramelan yang membagikan kiat sederhana saat memilih sandang khas Indonesia ini.

Tak dipungkiri memang, kemajuan tekonologi tekstil telah membuat harga “batik printing”  menjadi lebih murah di pasaran ketimbang harga batik yang dibuat secara langsung dengan metode tulis, cap, maupun kombinasi keduanya.

Bacaan Lainnya

Tumbu, Ketua Galeri Batik YBI Periode 2010-2019 yang juga aktivis Yayasan Batik Indonesia, punya sejumlah kiat untuk membedakan kain batik asli yang dibuat secara handmade, dengan kain yang dicetak dengan motif batik printing atau tektstil bercorak batik..

“Cara termudahnya adalah harus diingat bahwa batik tulis selamanya tidak ada (model) yang sama. Kalau cap, ada yang sama dan berulang dan biasanya tembus ke belakang,”ujar Tumbu melalui diskusi virtual, Kamis.

BACA JUGA:Ekspor Batik Meroket Saat Pandemi, Menperin: Ini Fenomena Unik

Sebaliknya, menurut Tumbu, kain dengan motif batik yang dicetak biasanya berlainan di depan dan belakangnya.

“Tapi memang saat ini cukup susah membedakannya, karena batik print sekarang sudah bisa di-print bolak balik, sehingga kita akan mudah terkecoh karena hasilnya rapi. Harus dipelajari, teliti dan dipegang langsung,”ungkap Tumbu.

Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perajin Batik Indonesia, Dr. H. Komarudin Kudiya, menjelaskan, sebenarnya pengertian dan ciri-ciri batik sudah tertera di SNI 0239:2014.

Pngertian yang tercantum dalam SNI tersebut, batik adalah kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.

Sementara menurut SNI 8184:2015, tiruan batik dan paduan tiruan batik dengan batik adalah produk manual, semi masinal dan/atau masinal yang dibuat menggunakan alat utama screen-rakel dan atau alat lain untuk melekatkan pewarna, bahan kimia cabut warna, dan atau malam dingin serta paduannya untuk membentuk motif.

BACA JUGA:Legislator: Kemenparekraf  Belum Perhatikan Pengembangan Desa Wisata

“Kombinasi printing dan unsur batik cap/tulis menjadi lebih susah lagi untuk dibedakan, karena disablon dulu. Kain putih dibentangkan dan disablon, untuk mengganti pekerjaan sulit pas mbatik,” tutur Komarudin.

Kata dia, memerlukan kecintaan untuk benar-benar mampu mengidentifikasi batik asli dengan kain cetak batik.

“Dunia mengakui batik adalah identitas Indonesia. Tentu masyarakat harus concern dan tanggung jawab, harus cinta dulu, sehingga kita akan tahu bedanya,”imbuh Komarudin.(Arnidhya/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.