Ini Alasan Kenapa PSBB di Tangsel Kembali Diperpanjang

  • Whatsapp
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Setelah sempat mewacanakan penghentian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota Tangerang Selatan akhirnya kembali memperpanjang penerapan PSBB hingga 12 Juli 2020 mendatang.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany keputusan untuk melanjutkan menerapkan PSBB Jilid ke V itu, sudah diputuskan oleh Gubernur Banten melalui rapat daring bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Tangerang Raya, Minggu (28/6/2020).

Bacaan Lainnya

“Sudah diputuskan Pak Gubernur untuk memperpanjang masa PSBB selama 14 hari ke depan. Terhitung mulai 30 Juni-12 Juli 2020 mendatang,” kata Airin melalui keterangan tertulis, Minggu (28/6/2020) malam.

BACA JUGA: PSBB di Tangerang Raya Diperpanjang Kembali Hingga Dua Minggu Kedepan

Airin menuturkan, aturan dalam PSBB perpanjangan jilid ke V tersebut tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Tetapi dimungkinkan, ada penambahan pelonggaran di beberapa sektor usaha.

Wanita yang juga politisi dari Partai Golkar ini berharap, masyarakat Kota Tangsel terus meningkatkan kepatuhannya mentaati protokol kesehatan COVID-19. Yakni dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. 

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie sempat mewacanakan kemungkinan besar akan menghentikan PSBB dan bersiap untuk new normal. Hal tersebut mengacu pada angka kesembuhan yang terus bertambah menyusul angka kasus COVID-19.

BACA JUGA: Duh, Sembako Bansos Presiden Diduga Diperjual Belikan di Kelurahan Ciputat

Ben menuturkan, PSBB akhirnya diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi penerapan PSBB jilid ke IV sejak 15-28 Juni 2020. Menurutnya, hingga saat ini, angka kepatuhan masyarakat terhadap PSBB dan protokol kesehatan COVID-19 masih belum ideal.

“Saat ini angka kepatuhan masyarakat Tangsel memang mengalami kenaikan di PSBB jilid ke IV, mencapai 78,8 persen. Tetapi, angka tersebut masih jauh dari ideal yakni 90 persen,” tutur Ben, saat dihubungi menggunakan telepon seluler, Minggu (28/6/2020) malam.

Mantan Politikus Partai NasDem Tangsel tersebut menerangkan, evaluasi yang utama dalam PSBB jilid IV adalah soal jaga jarak yang masih banyak dilanggar dan kualitas penggunaan masker. 

“Mungkin banyak masyarakat kita yang pakai masker kainnya dalam jangka waktu yang lama dan nggak dicuci. Dan ini menjadi perhatian penting gugus tugas penanganan COVID-19 untuk terus mengedukasi. Karena kalau kualitas maskernya buruk, justru akan menimbulkan penyakit baru,” terang Ben.

Soal jaga jarak, bakal calon Wali Kota Tangsel mengaku, masih banyak menemukan masyarakat yang mengabaikan jaga jarak. “Misalnya di Taman Kota 2, saat lewat saya saksikan langsung suasana ramai. Banyak yang berolahraga dan rekreasi, kalau jaga jarak sih nggak papa, tapi ini bikin saya prihatin,” ungkap Ben. 

Dia berharap, diperpanjangnya PSBB hingga 12 Juli 2020, masyarakat semakin mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dan menjadikannya kebiasaan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 

“Harapannya, protokol kesehatan tetap dipatuhi dan kalau umpamanya diperlukan rapid test silahkan ajukan ke Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (wvyh/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar

  1. Jika ada yg butuh bantuan agar wilayahnya terhindar dari Corona hub kami WA 081270271574.lewat vidio call ..Serius Aman .