Ini 8 Lokasi Pengecekan di Kota Serang Bagi yang Nekat Mudik

  • Whatsapp
larangan mudik
Petugas berjaga di salah satu titik pemeriksaan kendaraan pemudik di Pintu Keluar Tol Serang Timur.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 8 cek poin didirikan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten untuk mengantisipasi pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya dan Jakarta. Cek poin juga untuk menekan jumlah kriminalitas di Ibu Kota Provinsi Banten itu.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas kepada Redaksi24.com, Senin (27/4/2020). Menurut dia, 8 titik pemeriksaan arus mudik tersebut sudah berjalan sejak 2 pekan lalu.

Bacaan Lainnya

“Sudah berjalan mulai Sabtu, 2 minggu lalu. Tujuannya untuk mendukung pemberlakuan PSBB di Tangerang Raya dan Jakarta,” katanya, Senin (27/4/2020).

Lokasi-lokasi pemeriksaan kendaraan tersebut diantaranya berada di Pintu Tol Serang Timur, Serang Barat, Kalodran, Terminal Pakupatan, Palima, Simpang Boru, Sawah Luhur dan di Kecamatan Taktakan.

“Sejauh ini sampai dengan tadi malam lalu lintas kendaraan masih normal. Sekitar 3000 sampai 4000 kendaraan yang melintas keluar Tol Serang Timur dan untuk Serang Barat sekitar 1000 sampai 2000 kendaraan, masih normal,” imbuhnya.

Soal pemudik yang diarahkan kembali ke tempat asalnya, menurut Hari, kemungkinan sudah ada. Namun, kata dia, pihaknya belum menerima laporan pelanggaran larangan mudik di Kota Serang,

“Pemudik diarahkan balik arah kemungkinan saat tiba di Balaraja, sebelum masuk Kota Serang,” jelasnya.

Ditanya sanksi yang akan diberikan Pemkot Serang kepada pelanggaran larangan mudik, Hari menyebut mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 tahun 2020.

“Regulasi tersebut berlaku untuk daerah yang PSBB, zona merah dan wilayah aglomerasi,” jelasnya.

Hari yang juga Kepala Dinas Kominfo Kota Serang itu menjelaskan, melihat dari Permenhub, sanksi yang diterapkan sampai periode 7 Mei 2020 berupa diarahkan kembali ke daerah kedatangan pemudik.

BACA JUGA:

. MUI Kota Serang Imbau Pelaksanaan Sholat Tarawih dan Ied di Rumah Saja

. Jumlah Kemiskinan di Kota Serang Semakin Meningkat

. Seluruh OPD Kota Serang Geser Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Tapi setelah 7 Mei sampai dengan 31 Mei 2020, kata dia, pelanggara bisa dikenakan denda sesuai ketentuan perundang-undangan, khususnya bagi daerah yang memberlakukan PSBB dan zona merah.

Pada intinya, kata Hari, larangan tersebut untuk menyekat pergerakan orang dari daerah zona merah keluar atau sebaliknya masuk ke Koat Serang. Dalam hal ini, menurut Hari, Kota Serang  hanya melakukan antisipasi.

“Intinya larangan ini untuk menyekat pergerakan orang dari daerah zona merah keluar maupun untuk masuk. Termasuk dengan alasan mudik dan sebagainya,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar