Ini 5 Rekomendasi DPRD Terkait Realokasi Anggaran Untuk Penanganan Covid-19 di Banten

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten M. Nawa Said Dimyati
Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten M. Nawa Said Dimyati

BANTEN,REDAKSI24.COM—Rencana realokasi anggaran untuk penanganan pecegahan dan dampak Covid-19 yang dilakukan oleh Pemrprov Banten tentu tidak luput dari perhatian anggota DPRD Provinsi Banten, termasuk dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten M. Nawa Said Dimyati. Menurut pria yang akrab disapa Nawa itu memandang bahwa dalam realokasi anggaran ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

“Saya pikir Pemprov harus hat-hati dalam melakukan pergeseran anggaran, karena menyangkut dengan pilihan mana yang lebih tepat dan mana yang tidak dalam rangka pencegahan dan mengantisipasi dampak wabah Covid-19 ” jelas Nawa, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan. Jumat, (10/4/2020).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

Mendagri Pangkas Jalur Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19

DPRD Minta Laporan Terkait Rencana Realokasi APBD 2020 untuk Penanganan Covid-19

Berdasarkan hal tersebut Wakil Ketua DPRD Banten, M. Nawa Said Dimyati menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Banten. Adapun rekomendasi untuk dapat dijadikan perhatian penting dalam melakukan perggeseran anggaran tesebut adalah sebagai berikut:

1. DPRD mendukung penuh upaya pencegahan, penanganan & antisipasi dampak sosial yang di lakukan oleh Pemprov Banten bersama semua para pemangku kepentingan lainnya di wilayah Provinsi Banten;

2. Dalam melakukan pergeseran angggaran, Pemprov harus memperhatikan aspek yuridis, politis dan sosial ekonomis. Aspek Yuridis, artinya Pemprov harus mematuhi peraturan perundang undangan yang berlaku. Aspek politis, artinya Pemprov harus mendapat dukungan dari DPRD, karena pada akhirnya pergeseran itu harus di tetapkan dalam sebuah peraturan daerah tentang APBD 2020 dan aspek sosial ekonomis, artinya jangan sampai pergeseran anggaran justru menambah keterpurukan ekonomi masyarakat Banten, khususnya pelaku usaha.

3. Berdasarkan hal di atas, oleh karenanya Realokasi APBD Provinsi Banten 2020 harus diarahkan pada prioritas sebagai berikut:

A. Upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 bagi penyediaan fasilitas medis seperti ruang isolasi, alat perlindungan diri, Rapid Test, masker, dll. Demi menunjang kinerja para tenaga medis;

B. Ketahanan sosial terutama bantuan sosial bagi ketersediaan pangan masyarakat selama masa pandemi;

C. Stimulus ekonomi melalui prioritas pelaksanaan APBD yg bersifat padat karya dan berpihak pada ekonomi kerakyatan sehingga dapat tetap menjaga perputaran ekonomi di masyarakat selama masa pandemi.

D. Dalam merealokasikan anggaran, Pemprov Banten seyogyanya melihat anggaran yang lebih besar untuk dialokasikan kepada penangan pencegahan dan dampak covis-19 seperti pembangunan Sport Center dan sebagainya, juga tidak melakukan pergeseran anggaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

4. Selanjutnya realokasi anggaran untuk program jaring pengamanan sosial, Pemprov Banten kiranya memastikan data penerima bantuan secara valid dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota serta meng-cluster besaran bantuan secara adil dan merata agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyakarat.

5. Terakhir, Pemprov diharapkan menyiapkan skema bantuan paket pangan dalam bentuk komoditas terutaman untuk masyarakat tangerang raya dalam mengantisipasi jika diberlakukanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ia berharap, rekomendasi tersebut dapat menjadi acuan Pemprov Banten dalam rencana melakukan pergeseran anggaran agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.

“Jadi rekomendasi tersebut merupakan bagian bentuk perhatian saya sebagai wakil rakyat, agar pelaksanaanya tepat sasaran,” tandasnya. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.