Ingin Mengetahui Pelayanan Mitra kerjanya kepada Masyarakat, Anggota Komisi VI DPR RI Ini Pura-pura Jadi Penumpang Biasa

oleh -
Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana PT ASDP
Perwakilan PT ASDP Indonesia menemui IAnanta Wahana, Anggota Komisi VI DPR RI Iyang berpura-pura menjadi penumpang biasa.

MERAK,REDAKSI24.COM–Ingin mengetahui secara langsung pelayanan PT. ASDP Indonesia Ferry kepada masyarakat, Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana berpura-pura menjadi penumpang biasa. Dirinya beserta stafnya mencoba pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni Lampung dan sebaliknya pada Jumat 5 hingga Sabtu 6 Maret 2021.

Ananta mengaku sebagai mitra kerja Komisi VI DPR RI, PT. ASDP Indonesia Ferry telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan dalam pelayananya kepada masyarakat. Menurut politisi PDIP ini, berbagai fasilitas yang diberikan perusahaan transportasi laut sudah cukup baik.

“Ketika saya merasakan sebagai rakyat menikmati fasilitas ini, ternyata memang sudah banyak sekali mengalami perubahan. Berbeda jauh dari dua tiga tahun yang lalu,” puji Ananta.

Melihat perubahan yang cukup signifikan ini, saat berada di dalam kapal yang ditumpanginya, Ananta memberikan apresiasi melalui pesan WhatsApp kepada Ira Puspadewi selaku Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Sontak, apa yang disampaikan Ananta pun mendapat sambutan positif dari orang nomor satu di perusahaan penyeberangan plat merah itu. 

Sehingga tanpa disadari oleh Ananta, sebagai bentuk respon dari pihak PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), nahkoda kapal yang ditumpangi, Kapten Syamsul Bahri, menemuinya. Bahkan General Manager PT. ASDP Cabang Bakauheni, Captain Solihin, juga menyambut politisi PDI Perjuangan itu saat turun dari kapal.

Ananta berharap, meskipun ia memuji perkembangan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), terutama dari segi pelayanan publik yang saat ini sudah banyak mengalami perubahan, tidak lantas perusahaan tersebut puas. Menurt Ananta, ASDP Indonesia Ferry (Persero) harus menjadi perusahaan yang kuat, dan bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan, ketika sudah tertata dengan baik, jangan sampai ini dinikmati oleh perusahaan lain yang berdalih investasi namun tidak berorientasi pada pelayanan publik.

“Perlu konsolidasi dalam menata, sehingga betul-betul tertata, mulai dari segi pelayanan publik maupun secara bisnis. BUMN harus benar-benar bisa merasakan dan dirasakan oleh masyarakat. Sehingga BUMN hadir itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA: Fokus Garap Segmen UMKM, BRI Masuk Daftar Perusahaan Kelas Dunia

Dalam kesempatan ini, Ananta juga berkesempatan melihat-lihat mall milik anak perusahaan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang berlokasi di pelabuhan penyeberangan  Bakauheni, serta beberapa potensi yang bisa dikembangkan secara ekonomi, termasuk bangunan menara Siger yang terdapat di atas lahan milik PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero). 

Siger sendiri merupakan benda atau perangkat adat penting dalam ritual tradisional masyarakat Lampung berwujud sebuah mahkota logam berwarna keemasan yang memiliki detail bentuk yang sangat khas. Menara berbentuk Siger ini juga menjadi penanda titik nol Pulau Sumatera.

Melihat dan mendengar apa yang disampaikan oleh pihak PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ananta menilai, Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, menangkap “Visi Indonesia” yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apa yang dilakukan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), memberikan pelayanan publik dengan mengedepankan aspek budaya dan kearifan lokal yang dikemas secara modern.

Sementara itu, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Solihin, mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penataan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat, yang dalam hal ini sebagai pelanggan pengguna jasa transportasi penyeberangan.

Pria yang akrab dipanggil Capsol ini juga mengatakan, penataan pelabuhan penyeberangan Bakauheni ini, ke depan tidak sebatas aspek kenyamanan dan keamanan penumpang saja, tapi sektor pariwisata juga menjadi potensi yang akan dikembangkan. Terlebih melihat potensi destinasi wisata yang ada di kawasan tersebut, seperti pulau-pulau kecil di perairan sekitar pelabuhan. Ke depan, diharapkan Bakauheni ini bisa menjadi Pantai Marina Ancol.

Termasuk akan menata kembali menara Sigar yang saat ini kondisinya tidak terawat secara optimal. Ke depan, menara yang menjadi penanda titik nol Pulau Sumatera ini bisa menjadi salah satu icon yang bisa dibanggakan, bahkan menjadi pusat informasi pariwisata dan kebudayaan di kawasan tersebut.

Sebagai sarana penunjang, di kawasan pelabuhan juga telah dibangun mall. Sehingga pengunjung yang datang ke Bakauheni, tidak lagi sebatas ingin menyeberang saja, tapi dapat menikmati fasilitas retail, dan lifestyle yang terdapat di mall tersebut. 

Menyinggung soal kemacetan yang kerap terjadi pada saat musim libur dan lebaran Idul Fitri, kata Capsol, ini sudah bisa diatasi, yaitu dengan diberlakukannya tiketing dengan system online. Karena dengan berintegrasinya tiketing konvensional ke online ini, pengguna jasa penyeberangan baik penumpang maupun kendaraan, waktunya sudah terjadwal sesuai dengan pemesanan. Sehingga tidak ada lagi penumpukan kendaraan.

“Tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi akan dikembangkan menjadi simpul ekonomi melalui pengembangan properti dan lifestyle untuk menarik minat pelanggan non-penyeberangan. Termasuk pengembangan obyek wisata. Jadi nanti seperti Marina Ancol,” tandas Capsol.

Atas nama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Capsol juga mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan oleh Ananta, yang telah menggunakan jasa pelayaan penyeberangannya.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.