Ingin Masuk Anggota Geng Vembajak, 9 Pelajar di Tangsel Bonyok Dianiaya Senior

oleh -
Ilustrasi Penganiayaan Anak
Ilustrasi Penganiayaan Anak/net

TANGERANG SELATAN,REDAKSI24.COM—Sebanyak 9 pelajar Kelas 2 SMP Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dianiaya oleh 5 orang seniornya yang sudah menjadi alumni. Selain mengalami dipukul dan ditampar, kesembilan pelajar ini juga dipaksa tawuran, disuruh minum minuman keras (miras), hingga dipaksa mematikan bara rokok dengan lidah.

Kekerasan kepada pelajar ini baru terungkap setelah orang tua korban curiga kondisi anaknya usai pulang sekolah. Setelah diinterogerasi penyebab luka-luka yang dialaminya, akhirnya mereka mengaku bahwa mereka menjadi korban penganiayaan senior mereka.

“Awalnya saat ditanya mengenai luka tersebut, anak saya mengaku akibat benturan futsal,” jelas Iqbal salah satu orangtua korban.

Mendapat penuturan dari anaknya, Iqbal mengaku dirinya tak langsung mempercayainya. Dirinya berkomunikasi dengan beberapa orangtua murid lainnya sehingga akhirnya mengetahui  ternyata ada siswa lainnya yang mengalami hal yang sama dengan anaknya. Mereka menjadi korban penganiayaan seniornyasebagai syarat untuk menjadi calon anggota gengster dengan nama Vembajak.

“Jadi ternyata, anak saya dengan temannya dipalak, digebuki, dicekoki rokok, dan dicekoki miras sama alumninya. Kalau anak saya ditabok sama ditendang punggungnya. Kejadian tanggal 14 Oktober lalu,” papar Iqbal.

Iqbal mengatakan bahwa penganiayaan yang dialami anaknya tersebut tak hanya terjadi 1 kali, karena sehari setelahnya mereka (tanggal 15 Oktober) anaknya mengalami hal yang serupa dengan dalih sebagai penataran untuk masuk anggota gank.

“Tanggal 14 itu, anak saya ditatar dari jam 6 sore sampai jam 8 malam. Tanggal 15-nya, ditatar lagi di kantin sekolah, karena saat penataran di rumah pemimpin pelaku, anak saya tidak bisa datang,” sambung Iqbal lagi.

Iqbal mengungkapkan, untuk berkomunikasi satu dengan yang lain, gangster ini memanfaatkan grup di media sosial. Dari percakapan di grup dan akun para korban, terungkap bahwa gengster Vembajak ini terobsesi kekerasan.

“Anak saya juga disuruh ngumpulin duit dan teman-temannya. Setoran seminggu Rp80 ribu per orang. Nah, itu duitnya buat beli gir, celurit, inex (miras). Jika ingin tawuran, maka digrup diberi kode ‘partai’,” ungkap Iqbal.

Setelah bermusyawarah dengan orangtua korban lainnya, mereka pun bersepakat untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Ciputat Iptu Erwin S membenarkan adanya laporan dari beberapa orang tua pelajar yang mengalami penganiayaan.  Hingga saat ini sudah melapor ada 9 orang tua yang melapor yakni orang tua MD, AD, KSN, RJH, JS, MSY, NA, FN, dan terakhir MFM.

“Pelaku ada lima orang, yakni H, R, FA, DAD, dan K. Kelimanya kini duduk di bangku Kelas 1 SMA. Karena para pelaku masih dibawah umur rencananya kasus ini akanKami limpahkan ke unit PPA,” jelas Erwin seraya menunggu jika ada laporan dari orang tua lainnya. (Alf/Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *